Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengumumkan rencana pembagian dividen sebesar Rp 210,6 miliar. Ini artinya setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 31 per saham. Ini setelah memperhitungkan 57.720.000 saham yang telah dibeli kembali (buyback) selama 15 Desember 2025 - 6 Maret 2026.
Jumat (29/5/2026), harga saham JTPE naik 4,88% di level Rp 645 per saham. Jika menggunakan acuan harga tersebut maka potensi yield yang diperoleh pemegang saham sebesar 4,81%.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, 29 Mei 2026, di Surabaya.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei menyampaikan, pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, dan JTPE berupaya untuk konsisten membagikan dividen setiap tahunnya.
Baca Juga: Harga PTRO Melejit 24,87% Sehari, Lonjakan Laba & Kucuran Dana Segar Jadi Pemicu
JTPE tercatat membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 351,4 miliar, tumbuh 47,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara Pendapatan mencapai Rp 2,8 triliun, atau naik 31,5% secara tahunan.
“Keputusan membagikan dividen dengan rasio pembayaran yang tinggi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham. Tentunya ini juga sejalan dengan keberhasilan JTPE mencatatkan pertumbuhan laba bersih 48% sepanjang tahun 2025,” ujar Allan, dalam Paparan Publik Virtual, Jumat (29/5/2026).
Pihaknya meyakini momentum pertumbuhan positif ini akan berlanjut pada 2026, meskipun kinerja kuartal pertama melambat akibat pergeseran pengadaan produk sekuriti ke kuartal berikutnya, serta kenaikan biaya material.
Manajemen JTPE optimistis dapat rebound karena tender pemerintah untuk segmen sekuriti biasanya mulai memberikan kontribusi lebih besar pada semester kedua tahun ini.
Selain itu, pertumbuhan di tahun 2026 juga akan didukung oleh potensi dari proyek biometrik dan kemasan (packaging). JTPE menekankan bahwa pertumbuhan tahun ini lebih didorong oleh volume penjualan, bukan oleh harga jual rata-rata produk (ASP).
Untuk mempertahankan kinerja, perusahaan menjalankan sejumlah strategi. Pertama, adaptasi untuk memperkuat margin produk serta memperluas portofolio produk melalui produk-produk bermargin tinggi.
Baca Juga: IHSG Rebound 0,83% ke 6.180, Top Gainers LQ45: BRPT, CUAN dan AMMN, Jumat (29/5)
Kedua, terus melakukan optimalisasi dan peningkatan kapasitas produksi. Ketiga, mendorong pertumbuhan anorganik, salah satunya melalui kerja sama atau kolaborasi dengan mitra strategis.
Baru-baru ini, JTPE resmi melakukan joint venture (JV) dengan mitra strategis asal Hongkong dengan mendirikan PT Nusatek Global Solutions. Perusahaan patungan ini bergerak dalam pengembangan produk RFID yang saat ini tengah diperkuat oleh JTPE.
“Melalui langkah strategis tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













