kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.924
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Jaga pasar obligasi, suku bunga dan inflasi harus stabil

Kamis, 11 Januari 2018 / 21:46 WIB

Jaga pasar obligasi, suku bunga dan inflasi harus stabil
ILUSTRASI. bursa saham; ihsg; bursa efek indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berhasil membuat pasar surat utang Indonesia jadi semakin bergairah. Itu terjadi setelah Indonesia mendapat kenaikan peringkat dari Fitch Ratings di akhir tahun lalu. Lembaga pemeringkat internasional itu mengubah rating utang dari BBB- dengan outlook positif menjadi BBB dengan outlook stabil.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia, Anil Kumar mengatakan, sepanjang 2017, pemerintah telah melakukan pekerjaanya secara tepat. Hasil kinerja pemerintah tersebut terkonfirmasi dengan rating Indonesia yang selalu naik.


Lantas di 2018 yang menjadi tantangan pasar obligasi Indonesia yakni bagaimana pemerintah mempertahankan kondisi suku bunga dan inflasi agar tetap memberi sentimen positif pada pasar obligasi.

Anil mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 arahnya stabil atau meningkat. Sementara, pergerakan suku bunga akan tergantung dari inflasi. Menurutnya, selama pemerintah bisa menahan semua sumber inflasi, maka kemungkinan Bank Indonesia bisa menurunkan suku bunga dan ini bisa membawa dampak positif ke pasar obligasi.

Anil menilai, pergerakan rupiah belakangan ini juga cukup stabil hingga menarik investor asing masuk. "Ke depan kalau semua faktor tersebut bisa dijaga, pasar obligasi Indonesia tetap tumbuh dengan baik," katanya, Kamis (11/1).

Sedangkan, jika yang terjadi  sebaliknya, semua faktor tersebut bisa jadi risiko yang perlu diwaspadai. Sebagai contoh, Anil menyebut, jika pengeluaran pemerintah lebih banyak untuk subsidi dan jika harga mulai naik, berarti inflasi bisa muncul. Hal ini bisa membuat bumerang bagi ekonomi Indonesia dan pasar obligasi.

Anil memproyeksikan penerbitan obligasi koporasi akan semakin ramai akibat suku bunga di pasar obligasi yang jauh lebih rendah dibanding pinjaman bank. Ramainya surat utang yang ditawarkan memiliki risiko minat investor.

Namun, selama imbal hasil yang ditawarkan memenuhi kriteria investor, selama itu pula suplai obligasi korporasi bisa diserap pasar.

Memasuki pemilihan kepala daerah, Anil memproyeksikan hajatan tersebut tidak akan menggangu kondisi ekonomi Indonesia maupun pasar obligasi. "Tidak terlalu mengkhawatirkan investor domestik apalagi asing, semua emerging market punya risiko politik yang semua sudah dibayar dengan imbal hasil yang tinggi," kata Anil.

Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Dupla Kartini

OBLIGASI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0015 || diagnostic_api_kanan = 0.2035 || diagnostic_web = 1.3493

Close [X]
×