kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45976,43   4,23   0.43%
  • EMAS915.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

IPO di bursa Indonesia pecah rekor, ini faktor pendorongnya menurut analis


Sabtu, 18 September 2021 / 11:30 WIB
IPO di bursa Indonesia pecah rekor, ini faktor pendorongnya menurut analis
ILUSTRASI. IPO di bursa Indonesia pecah rekor, ini faktor pendorongnya menurut analis

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi memang belum sepenuhnya sirna dari tanah air. Namun, pencarian dana segar di pasar modal masih semarak. Bahkan, dana yang terkumpul dari sejumlah aksi korporasi ikut memecahkan rekor.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan rekor perolehan dana terbesar dari initial public offering (IPO) pada tahun ini. Sejak awal tahun sampai dengan 16 September 2021 telah terkumpul dana sebesar Rp 32,14 triliun yang berasal dari IPO 38 perusahaan.

"Nilai tersebut merupakan perolehan dana terbesar yang dihimpun perusahaan melalui IPO sejak pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977," kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna, Jumat (17/9).

Sebelumnya, rekor pencapaian dana terbesar dari IPO terjadi pada tahun 2010. Kala itu, total dana yang dihimpun melalui IPO adalah sebesar Rp 29,67 triliun yang berasal dari IPO 23 perusahaan.

Baca Juga: Penyebab IHSG tetap semarak di tengah pandemi

Selain IPO, pencarian dana melalui penerbitan saham baru (rights issue) juga semarak. Otoritas bursa setidaknya telah mengantongi lebih dari 40 pipeline rights issue. Sampai dengan 14 September, total realisasi pendanaan melalui rights issue mencapai Rp 149,27 triliun.

Nilai tersebut dengan asumsi rights issue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sudah dilaksanakan seluruhnya, dimana BBRI mengincar dana segar Rp 95,9 triliun melalui aksi korporasi tersebut.

Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai, naiknya jumlah dana yang terkumpul dari IPO bukan hanya karena adanya kemudahan (stimulus) yang diberikan otoritas. Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh adanya momentum.

Secara rinci, pandemi Covid-19 telah membawa ekonomi dunia mengalami resesi ekonomi karena aktivitas masyarakat (ekonomi) yang tertahan oleh pandemi. Hal ini memaksa adanya stimulus secara masif baik pelonggaran likuiditas (suku bunga) sampai suntikan dana ke pasar

Baca Juga: Tahun ini menjadi tahun dengan nilai emisi IPO tertinggi sepanjang sejarah

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×