kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Investor di pasar obligasi mulai percaya diri


Selasa, 08 Juni 2021 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa (8/6).

Di lelang kali ini, pemerintah berhasil mendapatkan penawaran Rp 78,45 triliun atau sedikit lebih tinggi dari lelang SUN sebelumnya, yang kala itu masuk mencapai Rp 78,16 triliun.

Dari lelang SUN kali ini pemerintah menyerap Rp 34 triliun dan seri FR0087 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2031 menjadi seri yang paling banyak diburu investor dengan jumlah penawaran masuk hingga Rp 33,74 triliun.

Baca Juga: Penawaran lelang SUN hari ini mencapai Rp 73,46 triliun, naik tipis dari pekan lalu

Head of Fixed Income Trimegah Asset Darma Yudha melihat bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi obligasi Indonesia masih dinilai baik, dengan likuiditas yang baik juga. Selain itu, menurutnya kondisi pengendalian Covid-19 di Indonesia cukup baik.

Walaupun saat ini kondisi Covid-19 belum ada peningkatan yang signifikan, tetapi menurutnya hal ini masih perlu dipantau, karena ia menilai masih akan ada efek dari libur Lebaran di bulan Mei kemarin.

“Kalau misalnya angka daily cases belum ada lonjakan tinggi pasca libur panjang Lebaran, dan itu bisa dijaga, maka hal ini akan memberikan confidence ke market,” kata Darma kepada Kontan.co.id, Selasa (8/6).

Saat ini juga kondisi di AS dinilai masih belum terlalu solid, misalnya dari data NFP yang di bawah ekspektasi, walaupun program vaksinasi yang dilakukan sudah masif dan berada di atas angka 40%. Kondisi saat ini menurutnya tidak akan membuat AS tapering.

Baca Juga: Pemerintah mematok target indikatif Rp 10 triliun di lelang sukuk Selasa (15/6)

Kondisi di AS yang masih belum terlalu stabil ini juga dinilai menjadi salah satu sentimen utama penawaran yang masuk ke Indonesia tinggi. “Foreign investor melihat Indonesia sebagai negara yang masih menawarkan imbal hasil yang cukup menarik,” kata Darma.

Appetite investor saat ini dinilai sudah cukup tinggi, sehingga mereka masuk ke tenor 10 tahun, karena makin panjang tenornya risiko lebih tinggi, tapi yield yang didapat lebih tinggi. Dengan hasil seperti saat ini, investor dinilai sudah lebih percaya diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×