Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah merealisasikan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PMHMETD V) atau rights issue. Hingga pelaksanaan terakhir pada 22 Juli 2026, BNBR telah menerbitkan sebanyak 79,82 miliar saham baru hasil pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Berdasarkan laporan PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/7/2026), pada tahap terbaru yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, BNBR menerbitkan tambahan sebanyak 4.879.797.676 saham baru. Saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut mulai berlaku efektif pada 22 Juli 2026.
Dengan tambahan penerbitan tersebut, jumlah saham baru yang telah dieksekusi dalam PMHMETD V mencapai sekitar 79.826.361.399 saham. Sementara itu, masih terdapat 10.093.477.679 HMETD yang tercatat di BEI namun belum dilaksanakan oleh pemegang hak.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Turun Kamis (23/7), Saham Big Tech dan Harga Minyak Tekan Pasar
Dengan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp 53 per saham, pelaksanaan sebanyak 79,82 miliar saham baru tersebut berpotensi memberikan tambahan dana kepada BNBR sebesar Rp 4,23 triliun.
Dengan demikian, sebagian besar target penghimpunan dana dalam rights issue BNBR telah terealisasi.
Sebelumnya, dalam prospektus PMHMETD V, BNBR menawarkan sebanyak-banyaknya 89.919.839.078 saham baru Seri E dengan nilai nominal Rp 12 per saham dan harga pelaksanaan Rp 53 per saham. Apabila seluruh saham baru terserap, BNBR berpotensi memperoleh dana segar maksimal sekitar Rp 4,76 triliun. Ini artinya BNBR masih terbuka peluang tambahan dana sekitar Rp 534,96 miliar
Apabila seluruh HMETD yang tersisa tersebut dilaksanakan, total dana yang berpotensi dihimpun BNBR dapat mencapai sekitar Rp4,76 triliun, sesuai target awal aksi korporasi.
Dalam aksi rights issue ini, PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) berperan sebagai salah satu pihak utama yang akan menyerap PMHMETD V.
Dua pemegang saham utama BNBR, yaitu Port Fraser International Ltd dengan kepemilikan 22,41% dan Fountain City Investment Ltd dengan kepemilikan 22,17%, tidak melaksanakan HMETD milik mereka. Kedua pihak tersebut mengalihkan seluruh haknya kepada Bakrie Capital Indonesia dengan total sekitar 40,08 miliar HMETD.
BCI menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh HMETD pengalihan tersebut dengan nilai sekitar Rp 2,12 triliun.
Selain itu, BCI juga bertindak sebagai Pembeli Siaga (Standby Buyer) yang siap menyerap saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya, dengan nilai maksimal mencapai sekitar Rp 2,64 triliun.
Dengan penerbitan saham baru hasil HMETD tersebut, jumlah saham beredar BNBR meningkat signifikan. Dari sebelumnya sebanyak 248,36 miliar saham, jumlah saham BNBR setelah pelaksanaan rights issue mencapai sekitar 328,18 miliar saham.
Baca Juga: Harga Emas Jatuh 2%, Lonjakan Minyak Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS
Saham baru hasil PMHMETD V ini mewakili sekitar 34,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh BNBR setelah aksi korporasi selesai.
Manajemen BNBR sebelumnya menyampaikan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan usaha.
Sementara itu, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD V berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 34,15%.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD BNBR saat ini masih dengan periode waktu pada 14–27 Juli 2026.
Setelah periode pelaksanaan berakhir, pembayaran pemesanan saham tambahan dijadwalkan pada 29 Juli 2026, dilanjutkan dengan penjatahan pemesanan saham tambahan pada 30 Juli 2026.
Selanjutnya, pengembalian dana pemesanan saham tambahan yang tidak terpenuhi sekaligus pembayaran oleh pembeli siaga (standby buyer) akan dilakukan pada 31 Juli 2026.
Dengan demikian, meski hingga 22 Juli 2026 BNBR telah berhasil mengeksekusi sekitar 79,82 miliar saham baru atau menghimpun dana sekitar Rp 4,23 triliun, masih terdapat waktu bagi pemegang HMETD untuk melaksanakan haknya hingga berakhirnya periode pelaksanaan pada 27 Juli 2026.
Kamis (23/7/2026) harga saham BNBR turun 6,09% menjadi Rp 108 per saham. Sementara itu dalam lima hari saham BNBR telah naik 27,06%.
Baca Juga: Kinerja United Tractors (UNTR) Hingga Mei 2026 Tersendat, Begini Prospek Sahamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














