kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor Asing Keluar dari BEI, Tapi Sejumlah Saham Blue Chip Ini Masih Diborong


Jumat, 13 Maret 2026 / 04:45 WIB
Investor Asing Keluar dari BEI, Tapi Sejumlah Saham Blue Chip Ini Masih Diborong
ILUSTRASI. IHSG ditutup turun 4,57 persen ke level 7.577,06 (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi fundamental, kinerja emiten yang banyak dibeli asing dinilai masih solid. Perbankan besar seperti BMRI didukung pertumbuhan kredit yang tetap kuat dan margin bunga yang terjaga.

Emiten komoditas seperti PTBA dan AADI masih ditopang permintaan energi global, sementara TLKM dan ISAT memiliki prospek pertumbuhan dari ekspansi layanan data dan pengembangan infrastruktur digital, termasuk jaringan 5G.

Meski demikian, analis menilai arus dana asing dalam jangka pendek masih berpotensi fluktuatif, terutama dipengaruhi arah suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta risiko geopolitik.

Baca Juga: Harga 4 Saham Blue Chip Bank Rontok, Manakah yang Layak Beli Hari Ini (3/10)?

Namun jika ekspektasi penurunan suku bunga global semakin jelas dan tekanan terhadap mata uang emerging markets mereda, arus dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar saham Indonesia secara bertahap.

Untuk rekomendasi investasi, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk TLKM dengan target harga Rp 4.000 per saham, BMRI Rp 6.200, ASII Rp 7.450, ADRO Rp 2.630, dan UNTR Rp 33.000 per saham.

Sementara Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 3.260 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×