Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
Dari sisi fundamental, kinerja emiten yang banyak dibeli asing dinilai masih solid. Perbankan besar seperti BMRI didukung pertumbuhan kredit yang tetap kuat dan margin bunga yang terjaga.
Emiten komoditas seperti PTBA dan AADI masih ditopang permintaan energi global, sementara TLKM dan ISAT memiliki prospek pertumbuhan dari ekspansi layanan data dan pengembangan infrastruktur digital, termasuk jaringan 5G.
Meski demikian, analis menilai arus dana asing dalam jangka pendek masih berpotensi fluktuatif, terutama dipengaruhi arah suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta risiko geopolitik.
Baca Juga: Harga 4 Saham Blue Chip Bank Rontok, Manakah yang Layak Beli Hari Ini (3/10)?
Namun jika ekspektasi penurunan suku bunga global semakin jelas dan tekanan terhadap mata uang emerging markets mereda, arus dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar saham Indonesia secara bertahap.
Untuk rekomendasi investasi, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk TLKM dengan target harga Rp 4.000 per saham, BMRI Rp 6.200, ASII Rp 7.450, ADRO Rp 2.630, dan UNTR Rp 33.000 per saham.
Sementara Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 3.260 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













