Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
Selain itu, potensi penurunan harga gas dapat menekan biaya energi sehingga mendukung perbaikan margin perusahaan.
Dari sisi kebijakan, percepatan penyerapan anggaran pemerintah dan pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) juga diperkirakan mampu meningkatkan konsumsi baja domestik.
Di saat yang sama, pemerintah dinilai perlu memperkuat perlindungan industri melalui kebijakan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) untuk membendung masuknya baja impor berharga murah.
Baca Juga: Menilik Prospek Saham Emiten Transporasi & Logistik di Tengah Penutupan Selat Hormuz
Dalam kondisi tersebut, emiten yang mampu menjaga efisiensi biaya, terutama melalui optimalisasi bauran energi dan pengembangan produk baja bernilai tambah, diperkirakan memiliki daya saing lebih baik.
Untuk pilihan investasi, Wafi menjagokan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai emiten yang paling menarik, terutama apabila reli harga HRC berlanjut dan harga gas turun.
Sementara itu, saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) dinilai menjadi pilihan yang lebih defensif karena fokus pada bisnis pipa baja untuk kebutuhan konstruksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














