Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terbatas pada perdagangan hari ini (6/2/2026).
Pada Kamis (5/2/2026), IHSG ditutup melemah 42,838 poin atau 0,53% ke 8.103,879 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume transaksi bursa mencapai 35,77 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,84 triliun. Sebanyak 349 saham turun harga, 299 naik harga dan 172 flat.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi melihat, IHSG ditutup melemah sebesar 0,53% ke level 8.103 dengan indikator RSI alami penurunan dan kembali menuju area oversold.
Baca Juga: Medco Energi (MEDC) Dapat Pinjaman Rp 800 Miliar, Simak Rekomendasi Sahamnya
Pasar merespon rilis data pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,11% year on year (yoy) tahun 2025 di tengah berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kembali ke level Rp16.843 per dolar AS.
“Selain itu, asing diperkirakan kembali terjadi arus keluar sebesar Rp 320 miliar di seluruh perdagangan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda melihat, tekanan terhadap IHSG berasal dari pelemahan lanjutan saham-saham konglomerasi, seperti BUMI, MINA, BRMS, dan BRPT.
Kemudian, terjadi pula koreksi pada saham-saham komoditas yang sebelumnya telah mencatatkan kenaikan signifikan.
“Di sisi lain, meskipun terdapat sentimen positif dari pertumbuhan PDB Indonesia 2025 sebesar 5,11% YoY, pasar masih cenderung wait and see, khususnya menantikan kejelasan terkait penyesuaian regulasi MSCI dan implikasinya terhadap aliran dana asing,” ungkapnya kepada Kontan, Kamis.
Baca Juga: Pengetatan Aturan IPO Bisa Perlambat Laju Pencatatan Saham Baru
Audi memperkirakan, IHSG akan bergerak mixed cenderung melemah terbatas dalam rentang level support 8.038 dan resistance 8.311 pada hari ini (6/2/2026).
Sentimen berasal dari pasar yang menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat seiring dengan penerbitan global bonds sebesar US$ 2,7 miliar di Januari 2026. Sehingga, akan cenderung direspon moderat oleh pasar.
Selain itu, dari eksternal, pasar juga menantikan rilis data JOLTs pasar tenaga kerja AS yang diperkirakan turun.
“Ini menunjukkan tightness, sehingga berpotensi akan menimbulkan reaksi dari The Fed,” ungkapnya.
Audi merekomendasikan trading buy untuk LPPF dengan support Rp 1.860 per saham dan resistance Rp 2.010 per saham.
Rekomendasi trading buy juga disematkan untuk RALS dengan level support Rp 464 per saham dan resistance Rp 525 per saham.
Sementara, Reza melihat, IHSG bakal bergerak terbatas sideways cenderung konsolidatif dengan level support 7.900 - 8.000 dan resistance di 8.190 – 8.200.
Sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks adalah rilis data cadangan devisa Indonesia, rilis data Property Price Index, perkembangan dan komunikasi lanjutan terkait regulasi MSCI, dan pergerakan harga komoditas global.
Reza merekomendasikan beli untuk ASII, ACES, dan ARTO dengan target harga masing-masing Rp 7.100 – Rp 7.235 per saham, Rp 410 – Rp 416 per saham, dan Rp 1.760 – Rp 1.800 per saham.
Selanjutnya: Free Float Bakal Dikerek Jadi 15%, BEI TegaskanTetap Otimistis target 50 IPO Tercapai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












