kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Intip Rekomendasi 5 Saham yang Jadi Incaran Investor Asing Ini


Senin, 18 Desember 2023 / 07:00 WIB
Intip Rekomendasi 5 Saham yang Jadi Incaran Investor Asing Ini
ILUSTRASI. Rekomendasi saham yang menjadi incaran investor asing


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing kembali mencatatkan net buy alias beli bersih dalam sepekan terakhir. Asing pun mulai mengakumulasi saham-saham blue chip

Dalam sepekan terakhir investor asing mencatatkan net buy senilai Rp 341,03 miliar. Namun sepanjang tahun berjalan ini, asing masih mencetak net sell Rp 14,43 triliun per Jumat (15/12).  

Melansir data RTI, aliran net buy investor asing paling besar mengalir pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 445,3 miliar pada periode 11–15 Desember 2023. 

Menyusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang masing-masing membukukan net buy sebesar Rp 425,5 miliar dan Rp 215,5 miliar. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas untuk Hari Ini (18/12)

Asing juga kembali mengakumulasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai RP 189,4 miliar. Net buy jumbo juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 184,2 miliar.

Retail Analyst Maybank Sekuritas Adi Wicaksono mengatakan memang pasar tengah merespon positif sikap The Fed dalam menahan suku bunga dan ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan. 

"Pasar merespon positif sikap The Fed yang menangkap sinyal suku bunga akan mengalami penurunan tiga kali tahun depan," jelas dia dalam paparan, Jumat (15/12). 

Menurutnya yang menjadi kabar baik adalah investor asing sudah kembali melirik saham-saham blue chip. Asing sudah beralih dari saham dari sektor bahan baku. 

Adapun top picks Maybank Sekuritas jatuh pada BBCA dan BMRI karena keduanya memiliki rasio CASA yang tinggi dan bisa menurunkan bunga dengan cepat. 

"Kualitas kredit BBCA dan BMRI bagus sehingga potensi pertumbuhannya ke depannya masih sangat prospektif dibanding BBRI dan BBNI," kata Adi. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan sikap dovish The Fed menjadi angin surga bagi pasar global. 

 

Nico mengatakan saham-saham yang menjadi incaran investor asing masih menarik untuk dicermati. Terutama bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang. 

Dalam hitungannya, BBCA memiliki target harga di Rp 10.327, BBRI di Rp 6.350, BBNI di Rp 5.751, BMRI di harga Rp 6.802 dan TLKM di harga Rp 4.663. 


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×