kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Intip Proyeksi Kurs Rupiah Untuk Senin (9/9)


Minggu, 08 September 2024 / 16:49 WIB
Intip Proyeksi Kurs Rupiah Untuk Senin (9/9)
ILUSTRASI. Kurs rupiah spot menguat 0,15% ke Rp 15.378 per dolar AS.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat di semua pasar. Kurs rupiah spot menguat 0,15% ke Rp 15.378 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) menguat 0,24% ke Rp 15.372 per dolar AS.

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, penguatan kurs rupiah di akhir pekan kemarin didorong sejumlah faktor. Pertama, dana asing yang tetap mengalir ke Indonesia.

Kedua, cadangan devisa yang mencetak rekor tertinggi menjadi US$ 150,2 miliar. Ketiga, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Untuk besok Fikri memperkirakan penguatan rupiah akan berlanjut. "Sentimennya akan didorong dari data tenaga kerja AS yang lebih lemah," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (8/9).

Baca Juga: Penawaran Global Bond Indonesia Menarik Saat Momentum Pemangkasan Suku Bunga

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong justru menilai rupiah berpotensi melemah. Menurutnya, rupiah diperkirakan akan berbalik arah karena rebound pada dolar AS setelah data tenaga kerja NFP.

"Walau penambahan pekerjaan yang lebih sedikit dari perkiraan, tetapi kenaikan pada penghasilan dan pengeluaran yang lebih besar dikhawatirkan akan bisa kembali memicu inflasi di AS," sebutnya.

Selain itu, esok hari investor disebut juga menantikan data inflasi China, serta data survey kepercayaan konsumen Indonesia. Dus, ia memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 15.400 per dolar AS-Rp 15.500 per dolar AS.

Adapun Fikri menimpali, meskipun penghasilan dan pengeluaran lebih besar, tetapi hal tersebut dinilai sementara. Karenanya, ia memperkirakan rupiah akan menguat dan bergerak di kisaran Rp 15.320 per dolar AS-Rp 15.420 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×