kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.871.000   -23.000   -1,21%
  • USD/IDR 16.420   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.095   -46,49   -0,65%
  • KOMPAS100 1.030   -10,30   -0,99%
  • LQ45 803   -9,10   -1,12%
  • ISSI 223   -2,38   -1,06%
  • IDX30 419   -4,71   -1,11%
  • IDXHIDIV20 502   -8,79   -1,72%
  • IDX80 116   -1,49   -1,27%
  • IDXV30 119   -2,82   -2,32%
  • IDXQ30 138   -1,77   -1,27%

Inilah bluechips paling banyak dilepas asing di sesi I


Jumat, 26 Agustus 2011 / 12:15 WIB
Inilah bluechips paling banyak dilepas asing di sesi I
ILUSTRASI. Joe Biden mengumumkan kemenangan sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat (AS)


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pada perdagangan akhir pekan ini, asing terlihat cenderung melepas saham-saham bluechips. Data Bloomberg mencatat, di sesi pertama, tiga bluechips yang paling banyak dibuang asing, yaitu Astra International Tbk (ASII), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Tak ayal, ASII tertekan sebesar 1,34%, sementara ADRO jatuh 4,76%, dan BMRI melemah 1,45%. Koreksi ketiga saham ini pula yang berperan kuat menggerus indeks di sesi pagi.

Total saham ASII yang ditransaksikan mencapai 1,06 juta. Credit Suisse Securities Indonesia paling banyak menjual saham ini, yaitu senilai Rp 33,78 miliar. Diikuti, J.P. Morgan Securities Indonesia sebesar Rp 18,37 miliar, dan Phillip Securities Indonesia sekitar Rp 5,52 miliar.

Sementara, sudah 62 juta saham ADRO yang diperdagangkan di sesi pertama. Tiga broker yang paling banyak membuang saham emiten tambang ini, yaitu PT Citigroup Securities Indonesia senilai Rp 45,94 miliar, UBS Securities Indonesia Rp 27,38 miliar, dan J.P. Morgan Securities Indonesia sejumlah Rp 15,83 miliar.

Adapun, volume BMRI yang telah ditransaksikan mencapai 5,65 juta saham. UBS Securities Indonesia sebagai broker yang paling getol melepas saham ini, yaitu mencapai Rp 13,20 miliar. Selanjutnya, Credit Suisse Securities Indonesia dengan nilai penjualan Rp 7,44 miliar, dan J.P. Morgan Securities Indonesia Rp 6,80 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×