kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45800,51   -11,08   -1.36%
  • EMAS1.065.000 1,04%
  • RD.SAHAM 0.85%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ini sejumlah katalis yang akan mempengaruhi harga komoditas batubara


Kamis, 16 Juli 2020 / 20:46 WIB
Ini sejumlah katalis yang akan mempengaruhi harga komoditas batubara
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). Sejumlah katalis siap menyambut harga komoditas batubara.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah katalis siap menyambut harga komoditas batubara. Mulai dari pulihnya aktivitas perekonomian di sejumlah negara hingga revisi UU Minerba akan menjadi penentu harga komoditas emas hitam ini.

Stefanus Darmagiri, analis Danareksa Sekuritas mengatakan, penguatan harga batubara yang baru-baru ini terjadi di China didorong oleh permintaan domestik. Pasca wabah Covid-19 di China, perekonomian negeri Panda tersebut berangsur pulih. Salah satu indikatornya adalah purchasing managers’ index (PMI) yang melonjak menjadi 51,2 pada Juni 2020 dari yang terendah 40,3 pada Februari 2020.

Dengan adanya pemberlakuan pembatasan impor batubara, menutup penambang kecil, dan permintaan listrik yang kuat selama musim panas, kurva harga batubara domestik di China telah berbentuk V sejak Mei 2020 dan mengindikasikan adanya perbaikan.

Baca Juga: ABM Investama (ABMM) yakin bisnis jasa pertambangannya masih tetap stabil

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan permintaan batubara melunak, yang pada gilirannya menyebabkan harga batubara tertekan. Akibatnya, beberapa eksportir batubara besar diperkirakan akan memangkas panduan produksi. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) sempat mengatakan para anggotanya berencana untuk memotong produksi batubara sebesar 15%-20% dari target awal 550 juta ton yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bahkan di Australia, sebagian besar produksi batubara thermal dianggap tidak menguntungkan karena biaya produksi yang lebih tinggi sedangkan harga batubara sedang melemah. Meskipun harga batubara di China baru-baru ini meningkat dan dapat menyebabkan pelonggaran pembatasan impor batubara, Stefanus meyakini bahwa begitu harga batubara domestik China telah mereda, negara tersebut dapat mengaktifkan kembali pembatasan impor batubara pada semester kedua 2020.

Baca Juga: Terkait rencana akuisisi tambang lain, begini kata Bukit Asam (PTBA)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×