kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini saran HPAM untuk investor reksadana pemula


Selasa, 03 Oktober 2017 / 22:31 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri reksadana yang moncer bisa menarik masyarakat untuk membiakkan duit di instrumen ini. Apalagi, tingkat suku bunga semakin rendah dan bunga deposito pun makin mini.

Sebelum masuk reksadana, investor perlu menimbang profil risiko masing-masing. "Untuk investor pemula, bisa memulai di reksadana pasar uang, kemudian bila sudah nyaman bisa lanjut ke reksadana pendapatan tetap," jelas Reza Fahmi Riawan, Head of Business Development Division PT Henan Putihrai Asset Management saat dihubungi KONTAN.

Menurut Reza, implikasi dan risiko yang lebih kecil pada reksadana pasar uang menjadikannya opsi yang konservatif bagi investor pemula. Sedangkan bagi investor yang sudah cukup berani melakukan diversifikasi dapat masuk ke reksadana pendapatan tetap dengan aset surat utang.

Indeks reksadana pendapatan tetap versi Infovesta Utama per akhir September menunjukkan indeks Infovesta Fixed Income Fund naik ke level 8,83% dalam setahun. Angka ini merupakan pencatatan tertinggi dibanding indeks lain.

Reza menjelaskan, kinerja moncer pada reksadana pendapatan tetap merupakan imbas dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan turunnya suku bunga penjaminan LPS. Pemangkasan suku bunga ini menyebabkan penawaran bunga deposito menjadi lebih mini. Yield surat utang pun menurun sehingga valuasi harga jadi terkerek dan mendorong return reksdana pendapatan tetap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×