kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini peluang dan tantangan BEI di 2019 menurut analis


Kamis, 25 Oktober 2018 / 21:21 WIB
Ini peluang dan tantangan BEI di 2019 menurut analis
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah target menjadi patokan Bursa Efek Indonesia di tahun 2019. Tahun depan bursa menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham di tahun 2019 menjadi sebesar Rp 9 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 244 hari. Selain itu, BEI juga menargetkan 35 emiten baru di tahun 2019 yang akan datang.

Hal ini dinilai oleh Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas sebagai sesuatu yang sangat mungkin terjadi apalagi peningkatan emiten baru pada tahun 2019 akan lebih memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi tahun 2019.

"Bahkan pertumbukan ekonomi Indonesia diprediksikan meningkat menjadi 5,3%. Pada tahun itulah, para pelaku pasar percaya bahwa penyelenggaraan pesta demokrasi akbar akan berlangsung dengan kondusif sehingga mempengaruhi stabilitas pertumbuhan ekonomi." Kata Nafan kepada Kontan.co.id, Kamis (25/10).

Nah, dengan banyaknya minat IPO dan demand yang tinggi terhadap saham-saham di BEI, maka rata-rata nilai transaksi harian saham menjadi sebesar Rp 9 triliun bukan tidak mungkin terjadi.

Selain itu, beberapa hal menurutnya akan menjadi pendorong dari target-target tersebut seperti memadainya tingkat infrastruktur khususnya di pasar modal, tingkat stabilitas pertumbuhan ekonomi dan Indonesia termasuk dalam kategori level investment grade.

Meski begitu, Nafan mengingatkan adanya beberapa hal yang bisa menghambat target-target BEI ini seperti trade war yang mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, kenaikan suku bunga The FED juga mempengaruhi capital outflow dari emerging markets.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×