kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.997   61,33   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   11,67   1,04%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 282   4,03   1,45%
  • IDX30 426   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,50   -0,49%
  • IDX80 126   1,04   0,84%
  • IDXV30 139   0,17   0,12%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Ini laporan kinerja OJK selama 2013


Kamis, 02 Januari 2014 / 15:35 WIB
Ini laporan kinerja OJK selama 2013
ILUSTRASI. Serapan capex UNTR pada paruh pertama 2022 lebih banyak digunakan untuk alat berat di lini bisnis jasa pertambangan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Setahun sudah Bapepam-LK berubah nama menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan nama diiringi perubahan konsep pengawasan, menjadi satu pintu untuk pengawasan pasar modal, perbankan, maupun industri keuangan non-bank lainnya.

Sektor pasar modal menjadi fokus pertama pengawasan OJK di sepanjang 2013 lalu. Selama periode tersebut, ada tiga poin penting yang juga sekaligus menjadi pencapaian kinerja OJK dalam mengatur pasar modal lokal.

Pertama, pengembangan infrastruktur. Dalam poin ini, ada beberapa kebijakan yang digagas OJK, mulai dari rekomendasi International Organization of Securities Commissions  (IOSCO) dan pengembangan produk investasi seperti Efek Beragun Surat Aset Partisipasi yang diharapkan bisa mendorong aktivitas sekuritisasi aset melalui pasar modal.

Masih dalam poin yang sama, OJK juga menyempurnakan perizinan pelaku industri demi menciptakan iklim pasar modal yang berkualitas. Jangan lupakan juga, kebijakan perubahan lot size dan fraksi harga yang juga ditelurkan oleh OJK.  Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas pasar.

Kedua adalah, adanya pendalaman pasar. Untuk poin ini, OJK sudah menerapkan mulai program e-channel dalam industri pengelolaan investasi, perluasan jalur distribusi reksadana, penyederhanaan prosedur penawaran umum, program perlindungan pemodal, hingga sosialisasi IPO kepada industri skala kecil menengah.

Ketiga adalah, soal penguatan fundamental emiten. Penerapan praktik good corporate governance (GCG) menjadi penetrasi utama dalam poin ini. Road map tata kelola perusahaan, penyediaan CG manual, dan pemberian penghargaan bagi emiten dengan GCG terbaik.

"Kami berharap, inisiatif-inisiatif yang dibangun sepanjang 2013 lalu bisa menjadi pijakan kuat bagi berkembangnya pasar modal lokal mulai tahun ini dan terus hingga waktu-waktu ke depan," jeklas Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, (2/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×