kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini dia rekomendasi saham MNC Group pasca Angela Tanoesoedibjo jadi wakil menteri


Senin, 28 Oktober 2019 / 05:35 WIB
ILUSTRASI. Calon Wakil Menteri Pariwisata Angela Tanoesoedibjo mengacungkan jempol usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Angela Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Jumat (25/10). Beberapa analis menilai, bergabungnya putri Hary Tanoesoedibjo ini sedikit banyak menjadi sentimen positif untuk saham MNC Group.

Sampai penutupan perdagangan Jumat (25/10), harga saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 1% ke level Rp 404. Kemudian, saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) naik 1,96% menjadi Rp 156. Dan, harga saham PT MNC Land Tbk (KPIG) naik 2,9% ke posisi Rp 142.

Lalu, harga saham PT MNC Studios International Tbk (MSIN) tercatat naik 6,58% ke level Rp 486 per saham. Harga saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) naik 2%. Sementara, saham PT Media Citra Nusantara (MNCN) pada perdagangan Jumat (25/10) menguat 0,76%.

Baca Juga: Ini dia jejak karier dan politik Angela Tanoesoedibjo, anggota termuda kabinet

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan, terpilihnya Angela Tanoesoedibjo sebagai wakil menteri (wamen) secara tidak langsung memberi pengaruh terhadap emiten grup MNC. Sentimen positif lainnya adalah kinerja dari beberapa emiten yang membaik serta valuasi fundamental.

Sedang sentimen negatifnya lebih pada pendapatan iklan yang menurun dari sektor media. "Serta beberapa perusahaan seperti BABP juga masih jelek fundamentalnya," kata Chris, Jumat (25/10) pekan lalu.




TERBARU

[X]
×