kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.857   55,00   0,33%
  • IDX 8.255   -35,86   -0,43%
  • KOMPAS100 1.167   -4,84   -0,41%
  • LQ45 838   -3,80   -0,45%
  • ISSI 296   -0,13   -0,05%
  • IDX30 436   -0,10   -0,02%
  • IDXHIDIV20 522   1,54   0,30%
  • IDX80 130   -0,55   -0,42%
  • IDXV30 144   1,07   0,75%
  • IDXQ30 141   0,04   0,03%

Ini cara Asia Sejahtera Mina (AGAR) mengerek volume penjualan


Jumat, 03 Januari 2020 / 18:36 WIB
Ini cara Asia Sejahtera Mina (AGAR) mengerek volume penjualan
ILUSTRASI. Rumput laut jenis Gracilaria dalam kondisi kering yang dibudidayakan PT Asia Sejahtera Mina Tbk. Asia Sejahtera Mina (AGAR) baru mampu memenuhi sekitar 2.000 ton permintaan rumput laut kering setiap bulan.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan rumput laut kering PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) akan meningkatkan volume penjualan. Permintaan per bulan bisa mencapai 7.000 ton hingga 8.000 ton. Tapi, AGAR baru mampu memenuhi sekitar 2.000 ton permintaan rumput laut kering setiap bulan.

Untuk itu, Direktur Utama AGAR Indra Widhyadharma mengatakan, pihaknya akan lebih banyak menjalin kerja sama dengan koperasi maupun petani rumput laut di Indonesia. Dengan begitu, AGAR dapat mempercepat proses pengadaan rumput laut yang siap diekspor karena memperoleh pasokan yang lebih besar dan berkesinambungan.

"Kami akan mengintensifkan rekanan yang sudah ada maupun menambah kerja sama dengan petani maupun koperasi yang baru," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/1). Sejalan dengan itu, AGAR akan memperbesar pembiayaannya untuk membeli bahan baku tersebut. 

Baca Juga: Bidik Penjualan Naik 40%, Ini Rencana Asia Sejahtera Mina (AGAR)

Sejauh ini, AGAR mendapat pasokan rumput laut dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. Dengan penambahan pasokan tersebut, AGAR menargetkan volume penjualannya dapat tumbuh sekitar 40% dibanding 2019. 

AGAR juga akan memperbesar pasar ekspornya ke China. "Kami masih akan fokus pada pasar di China karena negara tersebut memiliki pabrik-pabrik pengolahan rumput laut dengan kapasitas besar," kata Indra. 

Negeri Tirai Bambu tersebut memang mendominasi penjualan emiten berorientasi ekspor ini. Buktinya, permintaan dari China mencapai 97% penjualan AGAR. Sementara sisanya dikirim ke Malaysia, Filipina, Denmark, Spanyol, dan Amerika Selatan.

Baca Juga: Akan IPO, Asia Mina Sejahtera tawarkan harga Rp 110 per saham

Sebagai informasi, produk yang dieskpor oleh perusahaan ini berbentuk rumput laut kering. Nantinya, produk ini akan diolah lagi oleh pembelinya menjadi tepung karagenan dan agar. 

Meskipun masih akan fokus pada pasar China, Asia Sejahtera Mina akan mulai mengembangkan pasarnya ke Korea, Jepang, dan juga Amerika Selatan. 

Seiring dengan peningkatan volume penjualan tersebut, Indra memprediksi utilisasi gudang penyimpanan dan pengeringannya akan naik 20%-25% tiap tahun. "Peningkatan utilisasi dengan cara memperbanyak pembelian rumput laut kering untuk diproses sesuai permintaan buyer," kata dia. 

Saat ini, AGAR memiliki enam gudang penampungan, terdiri dari empat unit di Sulawesi Selatan dan dua unit di Surabaya. Kapasitasnya mencapai 5.000 ton per bulan atau 60.000 ton per tahun. 

Baca Juga: Puluhan calon emiten mengantre masuk bursa, mana yang paling menarik?

Kenaikan volume penjualan diharapkan akan diikuti oleh pertumbuhan pendapatan maupun laba yang juga sebesar 40% dibanding 2019. Hingga akhir tahun 2019, Asia Sejahtera membidik pendapatan sekitar Rp 300 miliar dan laba bersih sekitar Rp 3,5 miliar. 

Menurut Indra, hingga kuartal III-2019, kinerja AGAR masih sesuai dengan rencana. Per September 2019, Asia Sejahtera mengantongi sekitar Rp 260 miliar pada pendapatan dan laba bersih Rp 1,9 miliar.

Asal tahu saja, AGAR resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 2 Desember 2019. Perusahaan ini melepas 250 juta saham atau 25% dari modal yang ditempatkan dengan harga penawaran Rp 110 per saham.

Baca Juga: Terpopuler: Tiga saham masuk radar BEI, Jadi miliarder gara-gara Buffett

Dengan begitu, total dana segar yang diperoleh mencapai Rp 27,5 miliar. AGAR berencana menggunakan 22,8% dana initial public offering (IPO) tersebut untuk melunasi utang. 

Sisanya yang sebanyak 77,2% akan digunakan untuk modal kerja, seperti menambah persediaan, menambah piutang, dan deposit. Deposit diperlukan mengingat sebagian besar penjualan AGAR adalah ekspor yang rawan terhadap fluktuasi mata uang asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×