Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Greenwoods Group tengah mempersiapkan diri untuk bisa segera merealisasikan rencananya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini atau paling lambat pada 2026.
Pengembang ini melalui holding, PT Baruna Realty, berencana melakukan initial public offering (IPO) dengan membidik dana sekitar Rp 1,5 triliun -Rp 2 triliun. Adapun jumlah saham yang akan dilepas ke publik sekitar 10%-15%
Founder & CEO Greenwoods Group Okie Imanto mengatakan, pihaknya tengah melakukan sejumlah persiapan untuk merealisasi rencana IPO tersebut. “Kami sedang melakukan konsolidasi internal, ada beberapa restrukturisasi yang dilakukan untuk memastikan aset mana yang akan masuk ke Baruna Realty. Kami juag sudah menunjuk konsultan untuk membantu mempersiapkan rencana IPO ini,” tutur Okie saat ditemui Kontan.co.id di BCA Expoversary 2025, Kamis (20/2).
Kepastian timing pasti pelaksanaan rencana IPO tersebut, kata dia, akan disampaikan setelah melewati kuartal pertama 2025. Greenwoods Group akan mencermati dulu hasil penjualan perusahaan di awal tahun ini sebagai salah satu modal memperkuat fundamental sebelum menjadi emiten properti.
Tahun ini, Greenwoods Group menargetkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 999 miliar, meningkat dari 452 milliar capaian tahun 2024.
Baca Juga: Greenwoods Group Berencana IPO Lepas 10%-15% Saham ke Publik
Okie bilang, Greenwoods tidak ingin hanya sekedar listing di bursa, tetapi ingin menjadi perusahaan yang semakin kuat dan dipercaya investor. Oleh karena itu, persiapan IPO tersebut harus dilakukan secara matang.
Sebelum IPO, Greenwoods menargetkan total aset Baruna Realty minimal sudah lebih dari Rp 11 triliun. Sehingga persiapan lain yang dilakukan pengembang ini sebelum IPO adalah dengan meluncurkan sejumlah proyek-proyek baru.
Saat ini terdapat 16 proyek properti Greenwoods Group yang sedang berjalan mengusung merek Citaville, Bale Arsa, Damara, Aria Greenwoods Country, dan Damara Estate. Sementara pada tahun 2025 akan diluncurkan empat proyek residensial, yakni Greenwoods Country Serpong, Aria Bogor, Damara Estate Jimbaran Hijau di Bali sebanyal 13 unit dengan harga mulai Rp 8 miliar, dan Parang Kencana Residence Seminyak.
Di Damara Serpong, Greenwood Group tahap awal akan mengembangkan dua klaster hunian sebanyak 400 unit yang dipasarkan mulai harga Rp 1,9 miliar. Untuk pengembangan klaster pertama, pengembang ini bekerja sama dengan Easton Urban Capital
Adapun Parang Kencana merupakan proyek kerja sama Greenwoods Group dengan perusahaan fashion Parang Kencana. Ada total 22 unit villa yang akan dikembangkan di proyek ini dan 2 unit komersial yang akan dipasarkan dengan harga Rp 9 miliar -Rp 16 miliar.
Bangun Proyek Pemakaman Premium
Selain proyek residensial, Greenwoods Group juga mempersiapkan peluncuran proyek komersial. Tahun ini, perusahaan akan meluncurkan lapangan padel yang diberi nama WePadl di Pondok Indah yang akan dilengkapi juga dengan Pison Coffee , Restaurant and Bar.
Kemudian, Greenwoods Group sedang mempersiapkan peluncuran memorial park di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Okie mengungkapkan, proyek pemakaman premium ini akan dikembangkan di lahan seluas 140 hektare (ha). Tahap pertama, akan dikembangkan seluas 50 ha dulu.
Baca Juga: Investor Jepang dan GPI Bangun Rumah di Sawangan dengan Tiang Pancang 10 Meter
“Rencananya ini akan diperuntukkan bagi pemakaman muslim dan non-muslim. Rencananya akan diluncurkan kuartal III atau kuartal IV tahun ini. Saat ini masih dalam persiapan,” ujar Okie.
Untuk pengembangan fasilitas dan infrastruktur proyek pemakaman ini, Greenwoods Group telah menyiapkan investasi sekitar Rp 56 miliar
Okie menambahkan, pengembangan proyek-proyek komersial ini persiapan untuk melengkapi portofolio Greenwoods Group sebelum melantai di bursa. “Kami ingin saat IPO, portofolio kami bervariasi. Ada residensial, ada komersial, dan ada proyek recurring income.” kata Okki.
Peluncuran proyek-proyek baru yang akan dilakukan tahun ini mendukung optimisme Greenwoods Group bisa mencapai target penjualan tahun ini. Selain itu, perusahaan ini juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memacu penjualan, salah satunya bekerja sama dengan BCA dalam perhelatan BCA Expoversary yang akan digelar secara offline di ICE BSD selama periode 20-23 Februari 2025.
Dari pameran tersebut, Greenwoods Group menargetkan penjualan pemasaran sebesar Rp 200 miliar. “Kami lebih mengandalkan proyek menengah atas di pameran yang menyasar konsumen yang tidak terpengaruh penurunan daya beli.” pungkas Okie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News