kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

INDY akuisisi tambang batubara US$ 136 juta


Minggu, 03 Juni 2012 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Cek harga mobil bekas Honda HR-V per Mei 2021, di bawah Rp 200 juta saja


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Perusahaan energi, PT Indika Energy Tbk (INDY), terus menambah konsesi tambang batubara. INDY, melalui anak usahanya, Indika Indonesia Resources, mengakuisisi 85% saham PT Multi Tambangjaya Utama.

Di saat yang sama, anak usaha Indika Indonesia Resources, yakni Indika Capital Investments Pte Ltd, mengambilalih 85% hak pemasaran Multi Tambangjaya dari tangan International Coal Trading Limited. Kedua transaksi itu bernilai total US$ 136 juta atau Rp 1,25 triliun (Kurs Rp 9.200 per dollar AS).

Multi Tambangjaya merupakan produsen bituminous thermal coal dan coking coal yang berbasis di Kalimantan Tengah. Perusahaan ini memiliki masa konsesi hingga tahun 2039 dengan luas areal tambang mencapai 24.970 hektare. "Akuisisi Multi Tambangjaya sejalan dengan strategi Indika Energy meningkatkan sumber daya dan cadangan batubara," ujar Arsjad Rasjid, Co-CEO INDY, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (31/6) pekan lalu.

Kehadiran Multi Tambangjaya melengkapi daftar tambang batubara yang dikuasai INDY. Selama ini perseroan mengeduk batubara melalui dua anak usahanya, yaitu PT Kideco Jaya Agung dan PT Santan Batubara. Harga saham INDY, Jumat (1/6) lalu, tidak beranjak dari Rp 1.860 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×