CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Industri reksadana dapat ujian berat, investor diimbau jangan panik


Selasa, 26 November 2019 / 06:27 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019


Reporter: Azis Husaini, | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Baca Juga: Ada Reksadana ditutup, ini yang dilakukan Investor

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, secara industri kinerja reksadana Tanah Air cukup positif dan tidak memiliki masalah apalagi likuiditas. Bahkan per Oktober 2019 total dana kelolaan berhasil menembus rekor baru sekitar Rp 540 triliun.  

Terkait hal itu, investor diminta untuk kembali ke tujuan awal berinvestasi. Umumnya investor yang masuk reksadana saham memiliki tujuan berinvestasi jangka panjang atau hingga 5  tahun. Sedangkan untuk jangka pendek bisa masuk ke reksadana pasar uang. 

Baca Juga: OJK bubarkan 6 produk reksadana Minna Padi, ini dampaknya ke IHSG

Sehingga, keputusan untuk redeem pun diharapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Wawan juga menekankan bahwa diversifikasi perlu dilakukan, terlebih saat kondisi makro ekonomi tahun ini dan tahun depan lebih mengacu ke prospek reksadana berbasis obligasi, ketimbang saham.

"Intinya investor jangan melakukan panic selling, harus sesuai peruntukkannya. Investor juga bisa melakukan switching, misal dari pasar uang ke pendepatan tetap, sesuai profil risiko masing-masing," jelasnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×