Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia berencana memulai perdagangan di bursa komoditas baru pada 4 Januari 2027. Komoditas timah dan feronikel akan menjadi bagian dari transaksi perdana di bursa tersebut.
Kepala pengawas bursa komoditas Sarjito mengatakan, sejumlah perusahaan tambang milik negara diperkirakan menjadi peserta awal dalam perdagangan bursa tersebut.
Hal itu disampaikan Sarjito dalam rapat dengar pendapat di DPR, Selasa (15/9/2026) yang dilansir dari Reuters.
Baca Juga: Karya Pacific (IATA) Siap Lunasi Surat Utang Rp 199,12 Miliar
Bursa komoditas tersebut akan menggunakan nama Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX).
Kehadiran ICOMEX merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kendali negara atas sumber daya alam Indonesia sekaligus meningkatkan penerimaan dari komoditas strategis.
Dalam pidatonya bulan lalu, Prabowo menegaskan Indonesia lebih memilih mempertahankan sumber daya alamnya daripada menjualnya dengan harga yang terlalu murah.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, bursa tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengatasi praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
Baca Juga: Finex Unggul di Peringkat JFX, Persaingan Pialang Bertumpu pada Kepercayaan Nasabah
OJK berencana menerbitkan regulasi mengenai bursa tersebut pada 17 September 2026. Pada hari yang sama, badan usaha bursa komoditas tersebut juga akan dibentuk.
Sementara itu, izin operasional bursa dijadwalkan diterbitkan pada 1 Januari 2027.
"Perdagangan di bursa mineral dan komoditas strategis diperkirakan dimulai pada awal Januari, yakni 4 Januari 2027, melalui entitas ICOMEX," ujar Sarjito dalam rapat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














