kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   21,00   0,12%
  • IDX 7.068   -116,36   -1,62%
  • KOMPAS100 977   -15,68   -1,58%
  • LQ45 718   -9,22   -1,27%
  • ISSI 253   -4,06   -1,58%
  • IDX30 389   -4,32   -1,10%
  • IDXHIDIV20 484   -3,64   -0,75%
  • IDX80 110   -1,60   -1,43%
  • IDXV30 134   -0,48   -0,36%
  • IDXQ30 127   -1,34   -1,05%

Indikasi permintaan melambat, harga minyak turun


Rabu, 30 Oktober 2013 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Film Killed My Wife, merupakan film misteri pembunuhan Korea yang miliki cerita menarik dan penuh dengan teka-teki.


Sumber: Bloomber | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Menjelang sore di pasar Asia, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) menorehkan penurunan hari ini (30/10). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Desember turun sebesar 80 sen menjadi US$ 97,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 16.05 waktu Singapura, kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 97,70 per barel.

Kemarin, kontrak harga minyak turun 0,5% menjadi US$ 98,20 sebarel. Jika dihitung, sepanjang Oktober, penurunan harga minyak sudah mencapai 4,5%. Sedangkan pada bulan September penurunannya mencapai 4,9%.

Pergerakan harga minyak ini dipengaruhi oleh kenaikan cadangan minyak di AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan permintaan minyak di AS, yang notabene merupakan negara konsumen minyak terbesar dunia.

"Kami melihat adanya gambaran penurunan permintaan. Penurunan permintaan minyak akan menekan harga emas hitam ini," jelas Michael McCharty, chief market strategist CMC Markets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Desember turun sebesar 42 sen atau 0,4% menjadi US$ 108,59 per barel di ICE Futures Europe Exchange, London.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×