kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS961.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Indika Energy (INDY) mengawal proyek Awak Mas


Selasa, 03 September 2019 / 22:37 WIB
Indika Energy (INDY) mengawal proyek Awak Mas
ILUSTRASI. Paparan publik Indika Energy


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah mempersiapkan rencana produksi emas di Awak Mas Project, Sulawesi Selatan.

Head Of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk Leonardus Herwindo mengatakan perusahaan masih terus mengerjakan uji kelayakan proyek ini.

"Salah satu hasil uji kelayakannya adalah operasi penambangan terbuka di Awak Mas mampu menghasilkan sekitar 100.000 ons emas per tahun," ujarnya pada Kontan.co.id, Selasa (3/9).

Asal tahu saja, emiten berkode saham INDY melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah seluas 2.000 hektare dari total sekitar 14.000 hektare. Adapun sumber daya potensial dari wilayah tersebut mencapai 2 juta oz. INDY berharap bisa memulai produksi pada 2021.

Setelah melakukan definitive feasibility study (DSF), kata Leonardus, INDY mencari pendanaan untuk pengembangan proyek ini.

"Kami membuka diskusi dengan beberapa perbankan sehingga proses pendanaan dapat berjalan seiring dengan proses studi yang tengah berlangsung," tambahnya.

Baca Juga: Indika Energy (INDY) targetkan 25% pendapatan dari segmen non batubara

Saat ini INDY memiliki saham sebesar 19,9% pada Nusantara Resources Limited.

Ia bilang tak menutup kemungkinan apabila nantinya perusahaan akan menambah kepemilikan saham tersebut. "Opsi tersebut terbuka dan kami terus mengkaji hal itu," katanya.

INDY memang tengah mengawal beberapa proyek di luar bisnis batubara. Dalam jangka lima tahun ke depan, perseroan membidik pendapatan dari bisnis non-batubara bakal berkontribusi 25% dari total pendapatan mereka.

Adapun selain proyek emas, INDY sudah lebih dulu merambah bisnis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon unit II melalui anak usahanya yakni PT Cirebon Electric Power.

Kemudian, INDY juga tengah membangun fuel storage di Kalimantan Timur melalui PT Kariangau Gapura Terminal Energi (KGTE), perusahaan telah memulai persiapan konstruksi pembangunan fuel storage di Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Harga batubara anjlok, Indika Energy (INDY) tak turunkan target produksi

Pada tahun ini, ia menambahkan INDY mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 94 juta untuk lini bisnis di luar batubara.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×