kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indeks melompat karena sentimen dua bank sentral


Kamis, 22 September 2016 / 09:33 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terbang saat dibuka pada transaksi pagi ini (22/9). Mengutip data RTI, pada pukul 09.16 WIB, indeks tercatat meroket 1,139% menjadi 5.403,42.

Kenaikan indeks disokong oleh 170 saham. Adapun 30 saham memerah dan 69 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi pagi ini melibatkan 801,001 juta saham dengan nilai transaksi Rp 780,828 miliar.

Sementara itu, investor asing terlihat mengoleksi saham-saham Indonesia. Nilai pembelian bersih (net buy) baik di seluruh market maupun di pasar reguler senilai Rp 144,3 miliar.

Secara sektoral, tak ada satu pun sektor yang tertekan. Adapun tiga sektor dengan penurunan terbesar yakni: sektor pertambangan naik 2%, sektor industri lain-lain naik 1,83%, dan sektor keuangan naik 1,36%.

Saham-saham yang berada di posisi top gainers pagi ini antara lain: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,26%, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 3,82% menjadi Rp 680, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 3,42% menjadi Rp 1.210.

Sementara itu, tak ada satu pun indeks LQ 45 yang tertekan saat berita ini diturunkan.

Menurut Kepala Riset Daewoo Securities Taye Shim, kenaikan market pagi ini dipicu oleh kebijakan dua bank sentral utama dunia.

"Seperti yang telah diduga, Federal Reserve menahan suku bunga acuannya. Tidak adanya tingkat kenaikan suku bunga oleh Fed ditambah dengan sinyal pelonggaran moneter oleh BOJ (Bank of Japan) seharusnya menghilangkan ketidakpastian dalam jangka pendek. Ini yang menyebabkan market reli," urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×