kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Indeks High Dividend 20 mencatat kinerja paling buruk


Selasa, 22 Desember 2020 / 18:37 WIB
ILUSTRASI. Indeks pembagi dividen terbesar yaitu High Dividend 20 tercatat melemah 10,21% sejak awal tahun hingga perdagangan Selasa (22/12).


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks pembagi dividen terbesar yaitu High Dividend 20 tercatat melemah 10,21% sejak awal tahun hingga perdagangan Selasa (22/12). Kinerja ini tercatat paling buruk dibandingkan indeks tematik lainnya. 

Analis Philip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr menjelaskan, masih banyak anggota indeks High Dividend 20 yang cukup memberatkan kinerja seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Telkom Indonesia (TLKM).

Selain itu, dibanding dengan IHSG, faktor seleksi saham pada indeks High Dividend 20 menjadi sumber rendahnya kinerja terutama pada sektor keuangan dan industri dasar. "Atau dengan kata lain banyak saham yang menguat di sektor tersebut bukan merupakan konstituen indeks High Dividend 20 seperti BRIS, BNLI, AGRO, BBKP, SMBR, dan SMGR," jelas Zamzami, Selasa (22/12). 

Baca Juga: Insentif pembebasan PPh atas dividen menguntungkan permodalan pemerintah

Namun, Zamzami melihat beberapa saham konstituen indeks ini masih layak dicermati terutama yang belum terlalu banyak mengalami penguatan secara year-to-date seperti UNVR, INDF, BBRI, BMRI, dan TLKM

Asal tahu saja, pada hari ini beberapa konstituen indeks High Dividend 20 terjadwal membayar dividen interim yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). 

Di pekan lalu, konstituen yang membayar dividen interim adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Baca Juga: IHSG turun 2,31%, masih ada peluang menguat pada perdagangan esok

Baca Juga: Hanya 5 dari 24 indeks BEI yang positif, ini saham-saham penggeraknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×