kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Iklim Investasi di Pemerintahan Prabowo Masih Dibayangi Sentimen Global


Senin, 28 Oktober 2024 / 05:31 WIB
Iklim Investasi di Pemerintahan Prabowo Masih Dibayangi Sentimen Global
ILUSTRASI. Iklim investasi termasuk di pasar modal pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi positif,


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iklim investasi termasuk di pasar modal pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi positif, meski dibayangi sentimen negatif dari global. 

Adam Gifari, seorang investor pasar modal, menilai saat ini pasar dan iklim investasi secara umum cukup kondusif sambil menunggu detil terbaru dari pemerintahan Prabowo-Gibran di berbagai sektor. 

Di sisi makro, yield obligasi sovereign tenor 10 tahun Amerika Serikat meningkat cukup signifikan dari 3,6% di pertengahan September menjadi kisaran 4,25%. 

Baca Juga: IHSG Melemah 0,84%, ASII, PANI, AMRT Jadi Big Cap Dengan Gain Terbesar Sepekan

Adam menilai data tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran dari melambatnya pemotongan suku bunga di Amerika Serikat (AS), yang akan berdampak terhadap potensi pertumbuhan ekonomi. 

"Ini berdampak kepada potensi pertumbuhan ekonomi, minat investasi serta kekhawatiran tingkat utang pemerintah AS yang tinggi sekitar US$ 35 triliun dolar," katanya saat dihubungi Kontan akhir pekan lalu. 

Namun Adam berharap kondisi tersebut hanya sementara dan tidak berlarut panjang, sambil menunggu hasil pemilihan presiden di AS. Seperti diketahui, AS akan menggelar pemilihan umum pada 5 November 2024. 

Adam menambahkan ketegangan geopolitik juga memiliki peran terhadap kepercayaan diri pasar untuk melakukan investasi. Namun kalau kondisi marko berjalan masih, pasar iklim investasi akan positif. 

"Saya rasa kalau semua baik-baik saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai level 8.100 sampai 8.200," ucapnya. 

Hingga akhir perdagangan Jumat (25/10), IHSG parkir di level 7.694,66. IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masanya pada 19 September 2024 di posisi 7.905,39.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×