kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

IHSG turun tipis 0,09% pada perdagangan Rabu (22/7), ini pemicunya menurut analis


Rabu, 22 Juli 2020 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. Petugas memperhatikan pergerakan harga surat berharga pada layar digital di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Untuk perdagangan Kamis (23/7), Valdy memprediksi IHSG akan kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Menurut perkiraannya, IHSG bakal bergerak dengan support di 5.075 dan resistance di 5.130.

Salah satu hal yang membayangi IHSG adalah faktor psikologis berupa antisipasi investor terhadap laporan kinerja keuangan emiten kuartal II-2020, terutama yang bergerak pada sektor-sektor yang diperkirakan terdampak cukup signifikan oleh pandemi Covid-19. Di samping itu, pelaku pasar turut mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020.

Baca Juga: Harga saham tiga emiten farmasi pelat merah mentok auto rejection atas (ARA)

"Investor juga masih akan mencermati perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi, bukan hanya di Indonesia tapi secara global juga," ucap Valdy.

Oleh sebab itu, untuk perdagangan Kamis (23/7), ia merekomendasikan investor untuk trading buy saham-saham defensif, seperti GGRM, ICBP, INDF, UNVR dan HMSP. Di sisi lain, ia menyarankan investor untuk menunggu adanya indikasi konsolidasi sebelum melakukan buy on support pada saham-saham properti dan konstruksi, seperti BSDE, PWON, CTRA, ASTI, PTPP, WIKA dan WSKT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×