kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

IHSG Terus Tertekan, Cermati Strategi Investasi dan Saham Rekomendasi Analis


Selasa, 21 Maret 2023 / 04:30 WIB
IHSG Terus Tertekan, Cermati Strategi Investasi dan Saham Rekomendasi Analis


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pasar saham tengah terguncang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ambles 0,98% ke posisi 6.612,49 pada perdagangan awal pekan, Senin (20/3). IHSG sudah terkoreksi sebesar 3,48% sejak awal tahun 2023.

Sejumlah analis mengingatkan pelaku pasar agar lebih cermat mengatur strategi investasi. Memahami momentum dan diversifikasi menjadi poin krusial di tengah berbagai sentimen yang membayangi pasar.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menyoroti kondisi saat ini tak lepas dari masalah di sektor keuangan, seperti krisis Silicon Valley Bank dan Credit Suisse. Memicu kekhawatiran pasar bahwa keadaan ini akan menjalar dan dapat memacu resesi.

Baca Juga: Ramai Sentimen Negatif, Pasar Saham Diproyeksi Sepi Sepanjang Ramadan 2023

Di sisi lain, tekanan dari tingkat suku bunga semakin tinggi. "Cost of fund yang melonjak berpotensi memangkas margin dan membuat likuiditas semakin minim, sehingga dapat menghambat ekspansi para emiten," kata Pandhu saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (20/3).

Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menimpali, krisis perbankan terutama di Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif yang meningkatkan risiko global. Pada saat yang bersamaan, pelaku pasar masih wait and see menanti rilis kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Di dalam negeri, pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang cuti bersama di tengah pekan ini. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menambahkan, momentum ramadan yang tinggal menghitung hari turut menambah sikap wait and see pasar.

Saham dan Diversifikasi

Meski sedang merosot, tapi Daniel melihat pasar saham masih menarik. Kata dia, IHSG memang akan cenderung tertekan dalam jangka pendek. Investor pun masih akan mencerna kebijakan The Fed, yang ditaksir mengerek suku bunga acuan sebanyak 25 basis points untuk meredam inflasi.

"Tetapi untuk jangka panjang IHSG masih berpotensi kembali naik, sehingga momentum koreksi ini bisa digunakan untuk buy on weakness. Apalagi sebentar lagi akan banyak emiten yang membagikan dividen," imbuh Daniel.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan dari Ajaib Sekuritas untuk Hari Ini (20/3)

CEO Edvisor.id Praska Putrantyo turut menilai, investor masih tetap bisa menjaring cuan di pasar saham. Fluktuasi pasar saham ditaksir hanya sementara, sehingga bisa menjadi momentum untuk menerapkan strategi averaging down.

"Investor bisa memanfaatkan ini untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang bagus, dibarengi penentuan market timing yang baik agar harga perolehan bisa lebih rendah," kata Praska.

Akhir Maret ini cukup potensial untuk kembali mengakumulasi. Sekaligus sebagai antisipasi menjelang rilis kinerja keuangan periode kuartal pertama 2023. Hanya saja, Praska mengingatkan agar akumulasi dilakukan secara terukur alias jangan terlalu agresif.




TERBARU

[X]
×