kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

IHSG terkoreksi 0,03% di sesi I, terseret defisit neraca dagang September


Selasa, 15 Oktober 2019 / 12:18 WIB
IHSG terkoreksi 0,03% di sesi I, terseret defisit neraca dagang September
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/10/2019). . ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di sesi I perdagangan, Selasa (15/10). Mengutip RTI, indeks turun tipis 0,03% atau 1,897 poin ke level 6.124,980.

Tercatat 185 saham terkoreksi, 166 saham naik, dan 159 saham stagnan. Total volume 10,2 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 3,95 triliun.

Enam indeks sektoral menyeret IHSG. Sektor pertambangan paling dalam penurunannya 0,59%. Sementara, sektor industri dasar memimpin penguatan 1,83%.

Baca Juga: Neraca perdagangan September kembali defisi US$ 160 juta

Saham-saham top losers LQ45 antara lain;

- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 3,5% ke Rp 615

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,87% ke Rp 3.730

- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turun 2,42% ke Rp 1.610

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain;

- PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 7,17% ke Rp 6.725

- PT Pabrik Kerta Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik 5,54% ke Rp 10.475

- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 3,23% ke Rp 4.160

Baca Juga: Jelang siang, rupiah hari ini melemah ke 0,05% terhadap dolar AS

Pada perdagangan pagi, asing membukukan net sell Rp 63,931 miliar di pasar reguler dan Rp 126,174 miliar keseluruhan market.

Asal tahu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia kembali defisit pada September sebesar US$ 160,5 juta. Hal ini disebabkan oleh defisit sektor migas yang sebesar US$ 761,8 juta meski sektor nonmigas mengalami surplus US$ 601,3 juta.

Adapun nilai ekspor Indonesia pada September 2019 juga mengalami penurunan sebesar 1,29% (mom) menjadi US$ 14,10 miliar.

Secara year on year pun, nilai ekspor Indonesia menurun sebesar 5,74%. dipicu penurunan dua komoditas utama yakni batubara dan minyak kelapa sawit.

Sementara nilai impor pada September 2019 naik tipis bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kenaikannya adalah sebesar 0,63% (mom) sehingga impor pada bulan September 2019 sebesar US$ 14,26 miliar. Namun, secara year on year, nilai impor turun sebesar 2,41%.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×