kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

IHSG paling tertekan di Asia dalam sebulan terakhir


Kamis, 28 Februari 2019 / 20:20 WIB

IHSG paling tertekan di Asia dalam sebulan terakhir

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di pengujung Februari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan. IHSG ditutup tergerus sebesar 82,33 poin atau 1,26% ke posisi 6.443,35 pada perdagangan Kamis (28/2).

IHSG mencetak penurunan terbesar di Asia pada bulan Februari. Dalam sebulan, IHSG turun 1,37%. Penurunan terburuk IHSG ini disusul oleh indeks saham India BSE Sensex yang melemah 1,07%.


Mino, Analis Indo Premier Sekuritas menyebut, IHSG nyaman di zona merah karena dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif. Salah satu sentimen negatif berasal dari laporan keuangan PT Astra International Tbk (ASII) yang dianggap mengecewakan investor. “Terutama karena turunnya kontribusi segmen otomotif terhadap total kinerja ASII,” jelas Mino kepada Kontan.co.id, Kamis (28/2).

Diizinkannya smelter yang memegang sertifikat dari Surveyor Indonesia untuk kembali melakukan aktivitas jual-beli di bursa berjangka, padahal sebelumnya kegiatan tersebut sempat dihentikan. Terkoreksi dalam harga CPO dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi sentimen tambahan yang ikut menggerus IHSG hari ini.

Kembali munculnya ketidakpastian terkait perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok turut memberati langkah indeks pada hari ini.

Sementara, analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, pertemuan Donald Trump – Kim Jong Un di Vietnam yang gagal mencapai kesepakatan soal denuklirisasi di wilayah Semenanjung Korea turut menekan bursa. “Ini membuat pelaku pasar nampak khawatir dan mengamankan dana,” kata William kepada Kontan.co.id, Kamis (28/2).

Tercatat, asing mencatat net sell yang besar hari ini, yakni Rp 1,29 triliun di semua pasar.

Muhammad Nafan Aji Gusta, Analis Binaartha Sekuritas mengatakan, belum tercapainya kesepakatan denuklirisasi AS-Korut menjadi sentimen negatif untuk IHSG hari ini.

Selain itu, kata Nafan, pelemahan IHSG hari ini akibat minim sentimen positif dari dalam negeri. “Selain itu, lesunya aktivitas manufaktur maupun non-manufaktur di Tiongkok yang ditandai dengan turunnya data indeks tersebut. Juga, soal meredanya optimisme terhadap hubungan perdagangan AS dengan Tiongkok akibat statement dari Ketua Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer,” jelas Nafan kepada Kontan.co.id, Kamis (28/2).

Nafan menambahkan, sentimen kelima yang memengaruhi IHSG hari ini adalah krisis Kashmir yang menyebabkan para pelaku pasar memindahkan asetnya kepada instrumen yang bersifat safe haven seperti emas, yen dan Swiss Franc.

Ketiga analis tersebut masih belum merevisi target IHSG tahun ini. Mino masih menargetkan IHSG berada di level 7.000 hingga tutup tahun. Sementara, Nafan menyebut target IHSG tahun ini di level 6.675. William Hartanto mematok target IHSG di level 6.800. “Saya belum perlu ubah target tersebut, kecuali sudah bulan Juli,” ujar William.

Pada perdagangan Kamis (28/2), volume perdagangan tercatat sebesar 14,74 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 10,87 triliun. Frekuensi perdagangan saham hari ini sebanyak 475.062 kali. Kapitalisasi pasar pada perdagangan hari ini mencapai Rp 7.347,95 triliun.

 


Reporter: Aldo Fernando
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

Tag

Close [X]
×