Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai investor perlu menerapkan strategi investasi yang lebih selektif dan aktif pada paruh kedua 2026. Pasalnya, ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, meski belum ada tanda perlambatan ekonomi global yang signifikan dalam jangka pendek.
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyebut ketidakpastian pasar masih dipengaruhi oleh harga minyak yang tinggi, inflasi yang belum kembali ke target di sebagian besar negara maju, serta potensi volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).
“Kondisi geopolitik di Timur Tengah mulai stabil setelah sempat terdampak kebijakan tarif AS. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga energi, inflasi, dan dinamika politik di AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar," ujar Tim CIO AllianzGI dalam House View Q3 2026, dikutip Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Simak Startegi Investasi Saat Volatilitas Pasar Saham Tinggi Selama Gencatan Senjata
AllianzGI menilai strategi investasi yang hanya mengandalkan pergerakan pasar (beta) tidak lagi cukup untuk menghasilkan imbal hasil optimal. Menurut tim CIO AllianzGI, kinerja portofolio ke depan akan lebih ditentukan oleh kemampuan investor memilih negara, sektor, dan instrumen investasi, serta beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar.
AllianzGI juga menilai investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan risiko, bukan hanya arah pergerakan pasar. Di tengah inflasi yang masih tinggi dan prospek suku bunga, perusahaan melihat aset berkarakteristik value, income, dan quality menjadi pilihan yang lebih menarik.
Dari sisi kelas aset, AllianzGI memandang saham value memiliki prospek positif, didukung manfaat diversifikasi, potensi keuntungan dari suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama, serta meningkatnya fokus investor pada fundamental perusahaan di tengah tren kecerdasan buatan (AI).
Meski ketidakpastian geopolitik masih tinggi, AllianzGI tetap mempertahankan pandangan positif terhadap pasar saham. Perusahaan lebih memilih pasar saham Amerika Serikat (AS) dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang.
Baca Juga: Cermati Prospek Saham Teknologi Indonesia di Tengah Rotasi Saham AI Global
Sementara itu, pada kelas aset pendapatan tetap, AllianzGI mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang cukup signifikan di pasar inti. Dalam kondisi tersebut, AllianzGI menilai pengelolaan aktif atas eksposur obligasi pemerintah serta fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dapat membantu meredam volatilitas pasar.
“Kami juga optimistis dengan obligasi jangka panjang dari pemerintah Peru dengan tenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil dengan tenor 10 tahun dalam mata uang lokal,” tulis AllianzGI
Di sisi lain, AllianzGI tetap optimistis terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi di tengah kekhawatiran pasar atas independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Perusahaan juga mempertahankan pandangan positif terhadap komoditas melalui posisi long sebagai salah satu aset diversifikasi utama dalam portofolio.
AllianzGI menambahkan, di tengah ketidakpastian pasar, strategi opsi dapat membantu meningkatkan diversifikasi portofolio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














