kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

IHSG mempersempit penurunan, tensi Hong Kong menahan potensi kenaikan bursa


Rabu, 27 Mei 2020 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Rabu (27/5) pukul 10.16 WIB, IHSG tercatat masih turun 4 poin atau 0,09% ke 4.622.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempersempit penurunan pada satu jam perdagangan pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Rabu (27/5) pukul 10.16 WIB, IHSG tercatat masih turun 4 poin atau 0,09% ke 4.622.

Penurunan IHSG yang merupakan indeks saham utama yang ada di BEI ini mengecil ketimbang awal perdagangan yang sempat menyentuh level terendah 4.597.

Meski penurunan mengecil, tekanan bagi IHSG masih terasa berat. Apalagi sejumlah indeks utama bursa Asia pun melemah tipis.

Baca Juga: IHSG turun di awal perdagangan Rabu (27/5), saham ICBP masih mentok auto reject bawah

Menjelang siang ini, indeks Nikkei 225 turun 0,02%. Hang Seng melemah 0,51%. Indeks Shanghai turun 0,33% dan Straits Times turun 0,2%.

Tensi hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang memanas menjadi salah satu penekan bursa saham jelang akhir Mei ini.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (26/5) malam mengatakan bahwa dia mempersiapkan langkah menghadapi China pada pekan ini akibat rencana pemberlakuan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Tapi, Trump tidak memaparkan detail lebih lanjut.

"Luasan kemungkinan sanksi ini masih belum jelas," ungkap analis National Australia Bank dalam catatan yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Trump akan ambil tindakan soal Hong Kong pada minggu ini

Semalam, ratusan polisi anti-huru hara berjaga di pusat pemerintahan Hong Kong untuk mengantisipasi demonstrasi di pusat keuangan Asia tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×