Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan jual. Pada perdagangan Senin (28/9/2026), IHSG kembali ditutup melemah 1,51% ke level 6.147,86.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. Ia memproyeksikan area support berada di 6.124, sedangkan resistance di 6.169.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar akan mencermati data pekerjaan Amerika Serikat (AS) untuk melihat arah kebijakan The Fed ke depan. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US dollar juga masih menjadi perhatian karena berisiko mengalami depresiasi.
Baca Juga: Stok Batubara Menipis, Begini Dampaknya Emiten Semen dan Prospek Sahamnya
Sementara itu, Pandhu Dewanto Analis Investindo Nusantara Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren bearish jangka pendek. Menurutnya, tekanan terhadap indeks berasal dari capital outflow yang masih berlanjut dan menekan saham-saham berkapitalisasi besar. Ia memperkirakan support IHSG berada di 6.029, sedangkan resistance di 6.328.
"Nilai tukar rupiah juga masih terus berlanjut, tertekan oleh kenaikan US dollar indeks dan yield obligasi global seiring ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kenaikan harga minyak mentah juga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi," ujar Pandhu kepada Kontan (28/9/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














