kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

IHSG Ditutup Melemah 0,64%, Ini Sentimen yang Membayangi Bursa Kamis (30/7)


Rabu, 29 Juli 2026 / 20:14 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,64%, Ini Sentimen yang Membayangi Bursa Kamis (30/7)
ILUSTRASI. Ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (29/7/2026) di zona merah setelah tertekan  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (29/7/2026) di zona merah setelah tertekan oleh kombinasi sentimen domestik dan global.

Ketidakpastian mengenai kepemimpinan Bank Indonesia (BI), ditambah sikap wait and see investor menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), menjadi faktor utama yang menahan laju penguatan pasar saham.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,64% atau turun 39,20 poin ke level 6.091,39. Padahal, indeks sempat dibuka menguat pada awal sesi sebelum akhirnya berbalik arah hingga penutupan perdagangan.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa dari sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian setelah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.

Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi Kamis (30/7), Ini 3 Saham Pilihan MNC Sekuritas

“Ketidakpastian ini masih dapat membatasi penguatan IHSG hingga pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dan calon pengganti Gubernur BI yang baru,” jelas Nafan kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).

Selain faktor domestik, perhatian investor juga tertuju pada hasil rapat Federal Reserve (The Fed) yang akan menentukan arah suku bunga acuan AS.

“Mayoritas konsensus memperkirakan suku bunga tetap di level 3,75%. Namun apabila terdapat kejutan hawkish, maka hal ini berpotensi memberikan sentimen negatif bagi market,” tambahnya.

Untuk perdagangan Kamis (30/7/2026), Nafan memperkirakan IHSG memiliki level support di 5.931 dan 6.031, sedangkan level resistance berada di 6.130 dan 6.254.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia yang melonjak lebih dari 3% seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan Lagi, The Fed dan Harga Minyak Jadi Pemicu

“IHSG ditutup melemah di level 6.091,39 pada perdagangan hari ini, setelah sempat dibuka menguat. Saham sektor properti mengalami koreksi terbesar, sementara sektor teknologi mencatatkan kenaikan,” ujarnya.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga sempat mengalami tekanan. Menurut Alrich, rupiah sempat melemah hingga mendekati Rp18.100 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup pada level Rp18.073 per dolar AS.

Dari sisi teknikal, Alrich menjelaskan bahwa indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan histogram positif yang mulai menyempit dan berpotensi membentuk death cross. Kendati demikian, posisi IHSG masih bertahan di atas garis MA20 dan MA50, sehingga tren pelemahan dinilai masih relatif terbatas.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.000-6.150 pada perdagangan Kamis,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×