Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Noverius Laoli
Secara teknikal, indeks memang masih mampu bertahan di atas MA100, tetapi sejumlah indikator mulai memperlihatkan tekanan.
Pelebaran histogram negatif pada MACD serta potensi terbentuknya Death Cross pada Stochastic RSI di area oversold menjadi sinyal yang perlu dicermati. Dengan kondisi tersebut, Alrich melihat IHSG berpotensi menguji area 6.300-6.350.
Dari eksternal, sentimen pasar bergerak beragam. Indeks futures Wall Street terpantau menguat seiring investor mencermati perkembangan industri artificial intelligence (AI) dan pergerakan harga minyak.
Baca Juga: Waspadai Koreksi IHSG Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (15/9)
Namun, penguatan tersebut masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan Arab Saudi turut menjadi perhatian karena meningkatkan ketidakpastian terkait kendali Selat Bab el-Mandeb.
Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak justru melanjutkan pelemahan lebih dari 1%. Investor juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China.
Menteri Keuangan AS menyatakan telah melakukan pertemuan produktif dengan Wakil Perdana Menteri China menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping ke AS pada pekan ini. Pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup isu AI dan perdagangan.
Dengan beragam sentimen tersebut, arah IHSG pada Selasa akan turut ditentukan oleh hasil RDG BI dan bagaimana pasar merespons kebijakan moneter domestik.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (17/9)
Pergerakan rupiah serta perkembangan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Di tengah kondisi tersebut, Herditya mencermati sejumlah saham untuk perdagangan Selasa, yakni BBNI pada rentang Rp3.720-Rp3.880, DEWA Rp396-Rp434, dan HRTA Rp2.250-Rp2.380.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














