kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

IHSG Diproyeksi Kembali Terkoreksi Selasa (22/9), Cermati Saham Pilihan Analis


Senin, 21 September 2026 / 18:25 WIB
IHSG Diproyeksi Kembali Terkoreksi Selasa (22/9), Cermati Saham Pilihan Analis
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi tekanan pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

Investor akan memasuki perdagangan dengan perhatian tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), di tengah pelemahan rupiah, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter global. 

IHSG sendiri menutup perdagangan Senin (21/9) dengan koreksi 0,88% ke level 6.384,73. Pelemahan tersebut terjadi ketika belum terdapat katalis positif baru yang cukup kuat untuk menopang pergerakan indeks.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat tekanan terhadap IHSG masih cukup terasa.

Baca Juga: Fed Rate Naik, Cek Prospek IHSG Hingga Akhir Tahun dan Saham Rekomendasi Analis

Menurutnya, pergerakan indeks masih berlangsung volatil seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global.

"Masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi," ujar Herditya.

Kenaikan suku bunga oleh sejumlah bank sentral tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menandai berlanjutnya siklus pengetatan kebijakan moneter.

Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya dari konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah. 

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga cenderung menahan diri menjelang keputusan BI. Investor akan mencermati arah kebijakan suku bunga domestik, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi pada Rabu (16/9), Cermati Saham Rekomendasi Analis

Pada perdagangan Senin (21) rupiah tercatat melemah 0,54% ke level Rp17.825 per dolar AS. Pelemahan tersebut turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah IHSG pada perdagangan berikutnya. 

Herditya memperkirakan IHSG masih memiliki risiko melanjutkan koreksi. "Untuk besok, kami mencermati IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.370 dan resistance 6.406," katanya.

Senada dengan Herditya, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang dalam analisisnya melihat ruang pelemahan IHSG masih terbuka pada perdagangan Selasa.

Secara teknikal, indeks memang masih mampu bertahan di atas MA100, tetapi sejumlah indikator mulai memperlihatkan tekanan.

Pelebaran histogram negatif pada MACD serta potensi terbentuknya Death Cross pada Stochastic RSI di area oversold menjadi sinyal yang perlu dicermati. Dengan kondisi tersebut, Alrich melihat IHSG berpotensi menguji area 6.300-6.350. 

Dari eksternal, sentimen pasar bergerak beragam. Indeks futures Wall Street terpantau menguat seiring investor mencermati perkembangan industri artificial intelligence (AI) dan pergerakan harga minyak.

Baca Juga: Waspadai Koreksi IHSG Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (15/9)

Namun, penguatan tersebut masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan Arab Saudi turut menjadi perhatian karena meningkatkan ketidakpastian terkait kendali Selat Bab el-Mandeb.

Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak justru melanjutkan pelemahan lebih dari 1%. Investor juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China.

Menteri Keuangan AS menyatakan telah melakukan pertemuan produktif dengan Wakil Perdana Menteri China menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping ke AS pada pekan ini. Pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup isu AI dan perdagangan.

Dengan beragam sentimen tersebut, arah IHSG pada Selasa akan turut ditentukan oleh hasil RDG BI dan bagaimana pasar merespons kebijakan moneter domestik.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (17/9)

Pergerakan rupiah serta perkembangan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.

Di tengah kondisi tersebut, Herditya mencermati sejumlah saham untuk perdagangan Selasa, yakni BBNI pada rentang Rp3.720-Rp3.880, DEWA Rp396-Rp434, dan HRTA Rp2.250-Rp2.380.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×