kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG diprediksi variatif cenderung turun


Senin, 06 November 2017 / 20:18 WIB


Reporter: Chindy Puri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif (mixed) pada Selasa (7/11). Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menduga, IHSG cenderung turun dengan target support di level 6.033 dan resistance di 6.075.

“Pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi pada zona overbought (jenuh beli), seiring pergerakan yang mulai jenuh terlihat dari indikator stochastic dan RSI. Pulled back upper bollinger bands dan pengujian pada level support MA5 dan MA20 terus membayangi hingga menjadi kekhawatiran investor saat ini,” jelas Lanjar, Senin.

Meski begitu, masih ada optimisme investor pada pertumbuhan ekonomi (GDP) dan indeks kepercayaan bisnis di Indonesia. “GDP dirilis di 5,06%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 5,1%,” imbuhnya.

Hari ini (6/11), IHSG ditutup menguat 0,19% ke level 6.050,82. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan naik 1,39% diikuti sektor industri dasar sebesar 1,11%. Sedangkan, sektor penekan indeks dari sektor konsumer yang melemah 0,80%. Menurut Lanjar, sektor ini mengalami aksi profit taking setelah menguat signifikan di akhir pekan lalu.

Dari eksternal, Lanjar menyebut, IHSG akan dipengaruhi isu dari Bank Sentral Tiongkok (PBOC) yang memperingatkan excessive leverage. Selain itu, Presiden AS Doanld Trump mengemukakan keluhan terkait perdagangan Asia dalam sebuah konferensi pers di Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×