kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IHSG diprediksi sampai ke 6.000 di kuartal IV


Rabu, 23 Agustus 2017 / 20:47 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor. Pada penutupan perdagangan Rabu (23/8), IHSG ditutup di level tertingginya sepanjang masa di angka 5.914,02.

Angka ini nampaknya mendukung prediksi para analis dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Usai kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's Mei lalu, BEI dan juga para pelaku pasar memprediksi indeks saham domestik bisa mencapai angka 6.000 tahun ini.

Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee pun melihat, prediksi para pelaku pasar bisa tercapai di tahun ini. Meski begitu, IHSG masih butuh waktu untuk bisa mencapai angka prediksi ini. "Walau kembali memecahkan rekor, nampaknya IHSG baru bisa mencapai level 6.000 di kuartal empat 2017 mendatang," ujar Hans kepada KONTAN, Rabu (23/8).

Di sisi lain, Hans melihat, penguatan IHSG hari ini merupakan suatu anomali. Jika dilihat secara historis, bulan Agustus hingga September biasanya menjadi bulan-bulan di mana indeks saham malah terkoreksi. "Dinaikkannya rating Indonesia menjadi investment grade nampaknya membuat ekpekstasi para pelaku pasar ke Indonesia menjadi lebih baik," kata Hans.

Walau begitu, Hans tetap yakin di bulan Oktober hingga Desember mendatang IHSG akan terus bergerak naik hingga ke level 6.000. Untuk jangka panjang, Hans memilih saham-saham sektor konstruksi sebagai pilihannya.

Saham-saham seperti PTPP, ADHI, WIKA, dan WSKT layak diperhatikan karena masih memiliki ruang kenaikan yang cukup banyak. Ia juga menyarankan saham-saham di sektor properti seperti PWON dan BSDE.

Diturunkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak 25 basis poin pun turut mendukung pergerakan saham-saham di sektor perbankan. "Namun, untuk saham perbankan seperti BMRI, BBRI, dan BBCA nampaknya lebih cocok untuk trading karena valuasinya sudah mahal," tutur Hans.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×