kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Awas! Rekening Investasi Rawan Dibobol, Saham Bisa Dijual Peretas, Ini Cara Cegahnya


Minggu, 08 November 2026 / 04:05 WIB
Awas! Rekening Investasi Rawan Dibobol, Saham Bisa Dijual Peretas, Ini Cara Cegahnya
ILUSTRASI. Awas! Rekening Investasi Rawan Dibobol, Saham Bisa Dijual Peretas, Ini Cara Cegahnya


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor ritel untuk meningkatkan keamanan akun saham dan rekening dana nasabah (RDN) guna mengantisipasi aksi pembobolan oleh pelaku kejahatan siber.

Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya kasus pembobolan akun investor sepanjang 2025 yang masih berlanjut hingga 2026. Dalam sejumlah kasus, pelaku mengambil alih akun nasabah, menjual saham yang dimiliki, kemudian menggunakan dana hasil penjualan untuk membeli saham lain yang likuiditasnya rendah.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan pembobolan akun tidak selalu terjadi akibat kelemahan sistem keamanan perusahaan sekuritas. Kelalaian investor dalam menjaga kerahasiaan akses juga menjadi salah satu penyebabnya.

Salah satu kebiasaan yang berisiko adalah tidak pernah mengganti kata sandi atau menggunakan kombinasi password yang mudah ditebak.

"Jadi sebelum teman-teman investor menggunakan AI, tolong dijaga akunnya, dasar-dasar dari transaksi elektronik ini dipelajari dan diikuti, karena di tahun 2025 sangat banyak kejadian yang melibatkan pembobolan akun," ujar Irvan dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga: Pemerintah Mulai Tawarkan ST017, Tenor Mana yang Lebih Menarik?

Modus pembobolan akun saham yang perlu diwaspadai

Irvan mengungkapkan, aksi pembobolan akun investor tidak hanya dilakukan oleh pelaku individu, tetapi juga melibatkan jaringan atau komplotan.

Modus yang digunakan adalah mengambil alih akun investor, kemudian menjual saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja baik. Dana hasil penjualan tersebut selanjutnya digunakan untuk membeli saham lain yang memiliki likuiditas rendah.

Dalam praktiknya, saham yang dibeli merupakan saham yang diduga berkaitan dengan anggota komplotan pelaku. Melalui transaksi tersebut, dana investor dapat berpindah ke pihak lain.

"Pembobolan akun nasabah yang mengakibatkan saham nasabah dijual, uangnya dipakai untuk membeli saham lain di mana ini sifatnya adalah komplotan, bukan individual," jelas Irvan.

Ia menambahkan, pelaku biasanya menjual saham berkualitas milik korban, kemudian mengalihkan dana hasil transaksi ke saham yang kurang likuid.

Dengan pola tersebut, pelaku dapat memanfaatkan akun investor untuk melakukan transaksi yang merugikan pemilik rekening.

Baca Juga: RANS Bantah Kerja Sama dengan D'Masiv Berakhir, Bagaimana Dana IPO?

Berbagi password dengan orang terdekat juga berisiko

Selain menggunakan kata sandi yang lemah, kebiasaan membagikan akses akun kepada orang lain juga dapat meningkatkan risiko pembobolan.

Irvan mengingatkan investor agar tidak sembarangan memberikan kata sandi akun sekuritas kepada orang terdekat, termasuk asisten pribadi, sekretaris, pacar, maupun pasangan.

Pasalnya, akses yang sebelumnya diberikan untuk membantu mengelola akun dapat disalahgunakan oleh pihak yang mengetahui kata sandi tersebut.

Bahkan, pembobolan bisa terjadi setelah hubungan pribadi berakhir. Irvan mencontohkan kemungkinan penyalahgunaan akses oleh mantan pacar atau mantan istri yang sebelumnya mengetahui kata sandi akun investor.

Karena itu, investor perlu menjaga kerahasiaan informasi akses akun, termasuk terhadap orang-orang yang memiliki hubungan dekat.

Tonton: IMF Rilis Data Utang Negara 2026, Ini 20 Negara Teratas

BEI ingatkan proses pemulihan akun saham tidak mudah

Irvan juga meminta investor lebih berhati-hati dalam menjaga perangkat elektronik dan akun perdagangan saham yang digunakan untuk bertransaksi.

Menurutnya, upaya pemulihan atau recovery akan sulit dilakukan apabila saham milik investor sudah terjual dan dana hasil transaksi berpindah ke pihak lain.

"Hal ini sangat-sangat banyak sekali terjadi dan proses recovery-nya sangat sulit. Jadi kalau sahamnya sudah dijual, uangnya sudah pindah, itu akan menyulitkan Bapak Ibu," pungkasnya.

Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Private Placement 1,47 Miliar Saham Baru, Potensi Dilusi 9,09%

Cara mencegah akun investasi dibobol

Untuk mengurangi risiko pembobolan, investor disarankan melakukan sejumlah langkah pengamanan berikut:
1. Rutin mengganti password: Gunakan kata sandi yang kuat, unik, dan tidak mudah ditebak.
2. Jangan membagikan akses akun: Hindari memberikan password kepada pasangan, keluarga, teman, maupun asisten pribadi.
3. Amankan perangkat elektronik: Jangan sembarangan meminjamkan ponsel atau perangkat yang digunakan untuk mengakses aplikasi sekuritas.
4. Periksa aktivitas transaksi: Pantau saldo RDN, portofolio saham, dan riwayat transaksi secara berkala.
5. Segera hubungi sekuritas: Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera hubungi perusahaan sekuritas untuk meminta pengamanan akun.

BEI mengingatkan bahwa keamanan akun investasi tidak hanya bergantung pada sistem perusahaan sekuritas, tetapi juga kedisiplinan investor dalam menjaga kerahasiaan akses transaksi.

Dengan demikian, investor perlu meningkatkan kewaspadaan agar saham dan dana investasi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.






Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/11/07/210900126/investor-ritel-waspada-pembobolan-akun-rekening-efek-saham-bisa-dijual-tanpa.
 

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Anjlok 51%, Ada Apa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×