kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.996   52,00   0,29%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

IHSG Berpotensi Menguji Level 5.600 Dalam Jangka Pendek, Cek Rekomendasi Sahamnya


Jumat, 26 Juni 2026 / 07:15 WIB
IHSG Berpotensi Menguji Level 5.600 Dalam Jangka Pendek, Cek Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari hasil evaluasi MSCI yang memperpanjang ketidakpastian di pasar modal Indonesia.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum mampu bertahan stabil di level 6.000 meski sudah berusaha rebound. Pada Kamis (25/6/2026), IHSG ditutup menguat 1,96% ke 5.999,04.

Tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari hasil evaluasi MSCI yang memperpanjang ketidakpastian di pasar modal Indonesia.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi mengungkapkan, pergerakan IHSG saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen dibandingkan fundamental.

Baca Juga: Awas Dividen Trap, Saham dengan Yield 9,8% Ini Telah Naik Tinggi Jelang Cum Date

“Ini lebih sentiment-driven selloff, bukan fundamental collapse,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (25/6/2026).

Ia memperkirakan level bottom IHSG dalam jangka pendek berada di kisaran 5.600 hingga 5.750, terutama jika tekanan outflow asing masih berlanjut dan nilai tukar rupiah tetap melemah.

“Support kuat di 5.600 karena sudah mencerminkan deep discount terhadap nilai fundamental,” jelasnya.

Untuk jangka menengah hingga akhir tahun, Wafi memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.200 hingga 6.500 dalam skenario dasar, dengan catatan reformasi pasar modal yang direspons positif oleh MSCI serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, dalam skenario negatif, IHSG berpotensi turun ke rentang 5.500 hingga 5.800 apabila terdapat keputusan penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market pada evaluasi MSCI berikutnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Wafi menyarankan investor untuk menerapkan strategi akumulasi secara bertahap.

“Akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental kuat lebih prudent dibandingkan mencoba timing the bottom, mengingat volatilitas masih tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 299 Miliar Saat IHSG Rebound, Cek Saham yang Banyak Dilepas

Ia juga mengingatkan investor untuk menghindari saham dengan isu holding structure classification (HSC) dan free float rendah yang berpotensi menjadi sorotan MSCI.

Dari sisi sektoral, Wafi melihat sektor energi dan komoditas, perbankan selektif dengan rasio CASA tinggi, serta konsumer staples masih relatif tahan terhadap tekanan pasar saat ini.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan antara lain BBCA, BMRI, ADRO, PTBA, dan INDF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×