Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tekanan koreksinya dengan penurunan sebesar 3,56% ke level 5.883. IHSG ini disertai meningkatnya tekanan jual di pasar.
Secara teknikal, menurut Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas, IHSG telah bergerak di bawah MA20 dan dinilai telah mencapai target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan.
Herditya memperkirakan IHSG saat ini masih berada dalam struktur wave (b) dari wave [iv], yang mengindikasikan fase koreksi belum sepenuhnya selesai. Dalam skenario ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area support di kisaran 5.723–5.847 sebelum berpeluang kembali menguat.
Baca Juga: Wall Street Berbalik Naik Rabu (24/6), Kinerja Micron Jadi Sorotan Investor
Jika skenario pemulihan terjadi, penguatan indeks diperkirakan dapat membawa IHSG kembali menuju area 6.548–6.782. Adapun level support berada di 5.784 dan 5.594, sementara resistance terdekat berada di 6.286 dan 6.459.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham juga menunjukkan tekanan teknikal dengan pendekatan wave analysis yang berbeda-beda.
Adapun rekomendasi saham diantaranya sebagai berikut:
1. Barito Renewables Energy (BREN)
Saham BREN terkoreksi 1,08% ke Rp 3.650 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya sudah berada di bawah MA20. Kami memperkirakan, posisi BREN saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [A].
Rekomendasi : buy on weakness Rp 2.760-Rp 3.380
Target harga: Rp 4.100 - Rp 4.920
Stoploss: below Rp 2.640
Baca Juga: Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Ambruk, Rabu (24/6)
2. Vale Indonesia (INCO)
Saham INCO turun lebih dalam sebesar 7,46% ke Rp 4.590 dan juga berada di bawah MA20. Posisi teknikalnya diperkirakan berada pada wave [b] dari wave B.
Rekomendasi : Buy on weakness dengan area beli di Rp 4.300–Rp 4.540.
Target harga Rp 5.500 - Rp 5.925
Stoploss di bawah Rp 4.240.
3. Merdeka Battery Materials (MBMA)
Saham MBMA melemah 8,04% ke Rp 492 dan menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan. Saham MBMA diperkirakan berada pada wave 2 dari wave (1) dari wave [C].
Rekomendasi : Buy on weakness di Rp 462–Rp 482
Target harga : Rp 565 - Rp 605
Stoploss di bawah 440.
4. Bakrie & Brothers (BNBR)
Saham BNBR menjadi satu-satunya yang direkomendasikan sell on strength setelah turun 8,26% ke 100 dan menembus MA20 serta MA200. Saham ini diperkirakan berada pada awal wave 5 dari wave (C), dengan potensi lanjutan koreksi menuju area 70–84 dan area jual di 103–108.
Rekomendasi: Sell on strength di Rp 103 - Rp 108
Baca Juga: Enam Emiten Bakal IPO di Semester II 2026, Mana yang Menarik?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














