kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

IHSG Berpeluang Menguat pada Senin (24/11), Ini Katalis yang Perlu Dicermati


Minggu, 23 November 2025 / 14:45 WIB
IHSG Berpeluang Menguat pada Senin (24/11), Ini Katalis yang Perlu Dicermati
ILUSTRASI. ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Senin (24/11/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/11/2025


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Senin (24/11/2025). Setelah menutup pekan lalu dengan penguatan tipis, pelaku pasar kini menanti sederet katalis global dan domestik yang berpotensi menggerakkan indeks.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada awal pekan. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.335-8.366 dan resistance 8.442-8.478.

Menurut Reza, sentimen global pada pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh rilis Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel Amerika Serikat. Kedua data ini menjadi acuan penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Menilik Potensi Kenaikan Kinerja Konstituen BUMN20 Jelang Tahun 2026

“Jika datanya lebih tinggi dari ekspektasi, narasi hawkish bisa menguat. Sebaliknya, jika melemah, pasar bisa kembali melihat peluang pelonggaran,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (21/11/2025).

Selain itu, ketegangan geopolitik antara Jepang dan Cina juga masih perlu dicermati. Reza menilai dinamika tersebut dapat menambah volatilitas pasar Asia dalam jangka pendek.

Dari sisi domestik, fokus investor akan tertuju pada sejumlah aksi korporasi emiten besar, mulai dari right issue hingga aksi akuisisi. Reza menyebut sentimen ini masih cukup dominan dan dapat menjadi pendorong pergerakan sektor-sektor tertentu.

“Rebalancing MSCI pada November 2025 juga berpotensi menambah volatilitas, khususnya pada saham-saham yang masuk atau keluar indeks,” kata dia.

Untuk sektor pilihan, Reza menilai saham perbankan, CPO, serta emiten yang tengah melakukan aksi korporasi berpotensi memimpin penguatan IHSG dalam waktu dekat. Ketiganya dinilai memiliki katalis kuat yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Baca Juga: Rebalancing MSCI Berlaku Efektif Mulai Selasa (25/11/2025), Ini Saran Analis

Reza menyarankan investor tetap memperhatikan momentum rilis data global dan pergerakan aliran dana menjelang rebalancing MSCI. Strategi akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat dinilai masih optimal, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap likuiditas dan sentimen jangka pendek.

“Pekan ini volatilitas bisa meningkat, jadi momentum pergerakan cepat dapat dimanfaatkan untuk trading terukur,” tutup Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×