kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

IHSG Menguat Tipis Sepekan, Ini Sentimen yang Menggerakkan Pasar


Jumat, 21 November 2025 / 18:08 WIB
IHSG Menguat Tipis Sepekan, Ini Sentimen yang Menggerakkan Pasar
ILUSTRASI. IHSG Melemah Tipis-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada penutupan perdagangan Kamis 13/11/2025. Indeks melemah 16,567 atau 0,20% ke posisi 8371,99. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/11/2025


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan tipis sepanjang pekan yang berakhir Jumat (21/11/2025).

Jumat ini, IHSG bertengger di angka 8.414,35, atau naik sekitar 16,21 poin (0,19%) dalam satu pekan di tengah meningkatnya volatilitas pasar global maupun regional, walau pada hari ini IHSG menurun tipis 5,57 poin atau 0,066%.

Kenaikan satu pekan ini terjadi meski indeks sempat bergerak fluktuatif, terutama dipengaruhi sentimen eksternal yang beragam.

Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, mengatakan salah satu penopang penguatan IHSG berasal dari katalis global.

“IHSG tetap mampu menguat meskipun volatilitas meningkat. Sentimen positif datang dari berakhirnya government shutdown di Amerika Serikat, yang membuat risiko pasar global mereda,” jelasnya kepada Kontan, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: IHSG Ditutup di Zona Merah Akhir Pekan Ini, Cermati Sentimennya!

Meski begitu, pasar juga sempat melemah mengikuti tensi geopolitik di Asia. Reza mencatat ketegangan antara Cina dan Jepang sempat menekan indeks Asia, termasuk IHSG. “Ketegangan itu membuat pasar regional bergerak melemah dalam beberapa sesi,” katanya.

Selain itu, pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat turut mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan. Namun prospek sikap The Fed yang masih cenderung hawkish membuat pergerakan pasar cenderung mixed.

Dari dalam negeri, IHSG ditopang kuat oleh saham-saham perbankan dan konglomerasi. Reza menjelaskan penguatan terutama terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

“Keputusan BI menahan suku bunga memberikan sentimen positif. Pasar melihat stabilitas kebijakan moneter sebagai penopang kinerja sektor keuangan,” kata Reza.

Tambahan likuiditas dari kebijakan BI juga menjadi katalis penting. Bank sentral mengumumkan suntikan likuiditas makroprudensial sekitar Rp400 triliun, yang dinilai memperkuat prospek penyaluran kredit perbankan ke depan.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis 0,19% ke 8.414 Sepekan Terakhir, Ini Kata Analis

Menurut Reza, kebijakan ini langsung memberikan dorongan pada emiten big-cap yang sensitif terhadap kondisi likuiditas.

Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, stabilitas indeks dinilai masih cukup terjaga. Aksi korporasi beberapa emiten besar turut memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan IHSG sepanjang pekan.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, IHSG mampu bertahan di zona hijau walaupun terbatas. Reza menyebut ketahanan indeks ini menunjukkan investor masih selektif, namun tetap melihat peluang di saham-saham berfundamental kuat.

“Secara keseluruhan, IHSG pekan ini bergerak stabil meski volatilitas meningkat,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×