Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Noverius Laoli
Wawan menilai saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI sangat layak dicermati untuk aksi bottom fishing karena berpotensi pulih lebih cepat saat arus modal asing berbalik masuk, seiring ekspektasi posisi Indonesia yang tetap dipertahankan dalam indeks MSCI pada November mendatang.
"Saham emas dan logam seperti ANTM dan BRMS juga menarik, apalagi ANTM menjadi saham yang paling banyak dibeli asing di September," ujar Wawan kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).
Di luar sektor emas dan perbankan, saham batubara seperti AADI dinilai diuntungkan oleh pendapatan berdenominasi dolar AS di tengah penguatan mata uang Uncle Sam.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi Senin (28/9), Ini 4 Saham Rekomendasi BRI Danareksa
Sementara itu, saham konsumer defensif dan perkebunan CPO seperti AMRT, DSNG, dan AALI diproyeksikan relatif tahan banting menghadapi gejolak pasar.
Strategi akumulasi bertahap menjadi opsi rasional menjelang kuartal IV 2026 seiring dengan potensi pembalikan arah arus dana portofolio investor institusi.
"Secara teknikal dan fundamental, koreksi sehat ini dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham pilihan sebelum harga memasuki fase pemulihan," kata Nafan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














