kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan


Sabtu, 25 April 2026 / 12:21 WIB
IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan
ILUSTRASI. Untuk perdagangan Senin (27/4/2026), analis memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 7.031 dan resistance di 7.191. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 249,116 poin atau 3,38% ke 7.129,49 pada akhir perdagangan Jumat (24/4/2026). Dalam sepekan, IHSG ambruk 6,61% seiring derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp 1,88 triliun di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, mengungkapkan terdapat sejumlah sentimen yang menekan pergerakan IHSG. Dari sisi global, suku bunga acuan China yang tetap di level 3% dan 3,5%, serta BI rate yang bertahan di 4,75% menjadi salah satu faktor.

Selain itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah juga turut mempengaruhi sentimen pasar. Adanya indikasi kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, serta Israel dengan Lebanon cenderung meredakan kekhawatiran konflik, namun tetap menjadi perhatian investor.

Baca Juga: Sinar Terang Mandiri (MINE) Akan Tebar Dividen Rp 60,24 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Dari sisi komoditas, kenaikan harga minyak mentah dalam sepekan terakhir memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global.

"Lalu, nilai tukar rupiah yang selama sepekan ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menyentuh area Rp 17.300, menjadi kekhawatiran tersendiri akan beban APBN dan adanya risiko fiskal ke depannya," kata Herditya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Secara terpisah, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menilai penurunan IHSG turut dipengaruhi oleh koreksi tajam pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Menurutnya, pasar mengantisipasi potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

"Selain itu juga kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang di atas Rp 17.300 juga menjadi sentimen negatif untuk market," ujar Daniel.

Untuk perdagangan Senin (27/4/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 7.031 dan resistance di 7.191.

Baca Juga: Pemerintah Perbarui KBLI, Sektor Kripto Kini Punya Klasifikasi Resmi

Sentimen pasar ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah, harga minyak mentah, serta dinamika geopolitik global.

Sementara itu, Daniel memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.900 hingga 7.300. Pelaku pasar masih menanti perkembangan terbaru dari situasi geopolitik di Timur Tengah.

Herditya membagikan sejumlah rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan selanjutnya, yakni BULL di target harga Rp 595-Rp 630, DAAZ di rentang harga Rp 2,670-Rp 2.910 per saham, dan HRTA  pada level harga Rp 3.120-Rp 3.280.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×