kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.203   153,00   0,85%
  • IDX 5.342   -252,72   -4,52%
  • KOMPAS100 701   -35,01   -4,75%
  • LQ45 532   -26,16   -4,69%
  • ISSI 185   -9,58   -4,93%
  • IDX30 301   -15,11   -4,78%
  • IDXHIDIV20 374   -17,83   -4,55%
  • IDX80 80   -3,86   -4,61%
  • IDXV30 103   -3,21   -3,01%
  • IDXQ30 97   -5,37   -5,26%

IHSG Anjlok 3,5%, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA, BBRI hingga ANTM


Senin, 08 Juni 2026 / 14:10 WIB
IHSG Anjlok 3,5%, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA, BBRI hingga ANTM
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah ke posisi 5.941 (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,59% di level 5.390,65 hingga pukul 13.32 WIB pada Senin (8/6/2026). Pelemahan tersebut sejalan dengan aksi jual asing di saham bank besar,  emiten pelat merah dan yang berbau komoditas. 

Salah satu saham yang paling banyak dijual asing adalah saham Bank Central Asia (BBCA). Saham BBCA telah terjadi aksi jual bersih sejak awal tahun ini sehingga membuat nilai net sell asing mencapai Rp 32,77 triliun dari sejak akhir pekan lalu senilai Rp 32,44 triliun. 

Sejatinya saham bank ini masih banyak direkomendasikan beli oleh konsensus analis Bloomberg dengan target harga Rp 8.826 per saham. Terbaru ada Yap Swie Cu dari Yuanta Sekuritas pada Senin (8/6/2026) menyarankan beli dengan target harga Rp 9.200 per saham. Target tersebut dipangkas dari awal tahun 2026 sebesar Rp 10.500 per saham.

Baca Juga: Pasar Memantau RUPS TLKM, Keberlanjutan Manajemen Jadi Perhatian

Saham lain yang yang paling banyak dijual asing hingga sesi siang diantaranya sebagai berikut : 

  • Bank Central Asia (BBCA) Rp 328,67 miliar
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 204,12 miliar
  • Aneka Tambang (ANTM) Rp 96,37 miliar
  • Telkom Indonesia (TLKM) Rp 85,1 miliar
  • Amman Mineral (AMMN) Rp 41,54 miliar 

Sementara saham yang paling banyak dibeli asing di sesi perdagangan siang sebagai berikut : 

  • Chandra Asri Pacific (TPIA) Rp 227,22 miliar
  • Bumi Resources (BUMI) Rp 76,33 miliar
  • Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp 25,34 miliar 
  • Darma Henwa (DEWA) Rp 21,36 miliar
  • Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) Rp 16,41 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×