kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

IHSG Ambles 1,43% Sesi I Selasa (12/5), Rupiah Jebol Rp 17.500 per Dolar AS


Selasa, 12 Mei 2026 / 12:25 WIB
Diperbarui Selasa, 12 Mei 2026 / 12:59 WIB
IHSG Ambles 1,43% Sesi I Selasa (12/5), Rupiah Jebol Rp 17.500 per Dolar AS
ILUSTRASI. IHSG Turun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles lebih dari 1% pada perdagangan sesi pertama Selasa (12/5/2026), di tengah tekanan pelemahan rupiah yang untuk pertama kalinya menembus level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data RTI, IHSG turun 1,43% atau 98,492 poin ke level 6.807,128 hingga akhir sesi pagi.

Baca Juga: Rupiah Bertahan di Level Rp 17.506 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (12/5)

Sebanyak 456 saham turun, 192 saham naik, dan 166 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 18,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,5 triliun.

Seluruh sektor mayoritas bergerak di zona merah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam yakni IDX-Industry yang terkoreksi 3,44%, IDX-Infra turun 2,89%, dan IDX-Health melemah 2,24%.

Saham top losers LQ45

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 4,04% ke Rp 1.425
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,78% ke Rp 3.560
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,56% ke Rp 2.440

Baca Juga: Emiten Bioskop CGV (BLTZ) Ekspansi Bisnis Lewat Rumah Pijat dan Kosmetik

Saham top gainers LQ45:

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,79% ke Rp 2.080
  • PT Indosat Tbk (ISAT) naik 3,67% ke Rp 2.260
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,45% ke Rp 2.510

Baca Juga: Kinerja Resilien FY25, Telkom Perkuat Fundamental dan Total Shareholder Return 35,7%

 

Tekanan di pasar saham terjadi bersamaan dengan pelemahan tajam rupiah. Mengutip Reuters, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp 17.508 per dolar AS, menjadi posisi terendah sepanjang sejarah.

Pelemahan mata uang Asia dipicu mandeknya pembicaraan damai AS-Iran yang membuat harga minyak dunia tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Senior Currency Analyst MUFG Lloyd Chan mengatakan, rupiah masih berada di bawah tekanan akibat gangguan pasokan energi dan meningkatnya risiko kekurangan bahan bakar.

“Kerentanan Indonesia semakin besar karena cadangan minyak mentah relatif rendah, terutama akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan,” ujar Chan dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Rupiah Jebol ke Rp 17.500 Per Dolar AS di Pagi Ini (12/5), Begini Kata Ekonom

Selain sentimen energi global, pasar juga menyoroti isu domestik seperti disiplin fiskal, independensi bank sentral, dan regulasi pasar modal Indonesia.

Di kawasan Asia, indeks MSCI Emerging Markets Asia turun 0,5%, terbebani koreksi indeks teknologi Korea Selatan, Kospi, yang melemah 1,1% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru.

Saham teknologi Korea Selatan juga bergerak variatif. Samsung Electronics turun lebih dari 2%, sementara SK Hynix berbalik naik 1,2% setelah sempat melemah di awal perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×