Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) terus memperluas lini bisnisnya melalui sejumlah proyek ekspansi usaha.
Mengacu pada keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (11/5/2026), BLTZ berencana menambah kegiatan usaha baru yang mencakup Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47724 untuk perdagangan eceran kosmetik bagi manusia serta KBLI 86995 terkait aktivitas rumah pijat.
Corporate Secretary Graha Layar Prima Rozaksan Rinota menyampaikan penambahan kegiatan usaha tersebut merupakan bagian dari inisiatif perseroan dalam menerapkan strategi diferensiasi melalui perpaduan produk, layanan, serta pengalaman bagi konsumen.
Baca Juga: Dinamika Ekonomi Global, Reksadana Bisa Jadi Pilihan Investor
"Perusahaan berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa industri perdagangan eceran kosmetik untuk manusia dan aktivitas rumah pijat," kata Rozaksan, Senin (11/5/2026).
Ekspansi usaha tersebut dilakukan melalui penambahan lini penjualan booth kosmetik yang berfokus pada jenama Korea dengan memanfaatkan tren K-beauty dan pengalaman belanja interaktif. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan inovasi berupa integrasi layanan tiket bioskop dengan layanan pijat.
Melalui penambahan kegiatan usaha tersebut, perusahaan berharap dapat merealisasikan visi perusahaan, menjaga keberlanjutan bisnis, serta memberikan dukungan optimal kepada pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Dalam mendukung pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, perusahaan tidak berencana melakukan penambahan tenaga kerja, melainkan memanfaatkan tenaga kerja yang telah dimiliki saat ini.
Perseroan juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara sumber berkesinambungan, baik secara internal maupun eksternal.
Sesuai dengan POJK No. 17/2020, rencana penambahan kegiatan usaha perseroan akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 18 Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













