kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Rupiah Jebol ke Rp 17.500 Per Dolar AS di Pagi Ini (12/5), Begini Kata Ekonom


Selasa, 12 Mei 2026 / 10:07 WIB
Rupiah Jebol ke Rp 17.500 Per Dolar AS di Pagi Ini (12/5), Begini Kata Ekonom
ILUSTRASI. Rupiah Melemah-Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot anjlok dan telah menembus level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan intraday hari ini (12/5/2026). 

Melansir Bloomberg, Selasa (12/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.479 per dolar AS. Ini membuat rupiah melemah 0,37% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.414 per dolar AS.

Lalu rupiah bergerak melemah, terpantau pada pukul 09.45 WIB, rupiah telah di level Rp 17.506 atau melemah 0,53%. Dan akhirnya berada di posisi Rp 17.508 per dolar AS, yang merupakan level terlemah rupiah pada pukul 09.50 WIB.

Pelemahan mata uang Garuda tersebut dinilai dipicu kombinasi tekanan eksternal dan persoalan fundamental domestik.

Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Rp 17.508 di Hari Ini (12/5), Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Pakar Ekonomi, Ferry Latuhihin mengatakan, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu sentimen utama yang membebani rupiah. Menurut dia, lonjakan harga energi memperlebar tekanan terhadap kondisi fiskal dan eksternal Indonesia.

“(Sentimen utamanya) Harga minyak dan fiscal crack kita,” ujar Ferry kepada Kontan, Senin (12/5/2026).

Pelaku pasar pun belum sepenuhnya percaya terhadap data-data ekonomi domestik yang dirilis pemerintah, termasuk angka pertumbuhan ekonomi, yang mana tercatat Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61% YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya sebesar 5,39% YoY.

Ia menilai, tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut apabila kondisi global tidak membaik dan ketahanan eksternal domestik terus melemah. 

Bahkan, Ferry memperkirakan nilai tukar rupiah berisiko menyentuh level Rp 25.000 per dolar AS pada semester II-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×