Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
Ekky melanjutkan, saham barang material yang berpotensi unjuk gigi diperkirakan tetap berasal dari subsektor komoditas yang harganya sedang kuat.
Untuk tema emas, Ekky memandang saham BRMS masih prospektif karena target produksi 2026 naik ke kisaran 80.000 per ons troi yang ditopang ekspansi produksi dan momentum pendapatan yang solid.
Harga saham BRMS sendiri diprediksi Ekky dapat bergerak ke kisaran Rp 1.300 per saham.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (7/1)
Saham TINS juga layak dicermati investor karena prospek harga timah masih cukup baik dan adanya pandangan bahwa laba dan pendapatannya bisa pulih cukup agresif pada 2026.
Harga saham TINS diperkirakan Ekky dapat mengarah ke level Rp 4.800--Rp 5.000 per saham.
Di samping itu, Ekky juga mengunggulkan MDKA yang berpotensi mencetak kinerja lebih kuat lagi seiring monetisasi proyek emas Pani serta kelanjutan ekspansi emas dan nikel. Saham MDKA pun diprediksi bergerak ke arah Rp 4.000 per saham.
"Jadi secara fundamental, penghuni sektor ini memang masih punya cerita yang cukup kuat sepanjang 2026, terutama yang berbasis emas, nikel, dan timah," jelasnya.
Di lain pihak, Abida menyebut saham ANTM, BRMS, MDKA, dan AMMN berpotensi menjadi motor penggerak IDX Basic Materials untuk beberapa waktu mendatang.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin (23/2), Cek Saham Rekomendasi Analis
Hal ini didukung eksposur pada komoditas emas dan tembaga serta potensi peningkatan volume produksi dari ekspansi proyek hilirisasi.
"Untuk segmen non-logam, emiten semen seperti INTP dan SMGR mulai menarik seiring pemulihan sektor properti, sementara BRPT dan TPIA tetap relevan sebagai konstituen berbobot besar di indeks," terang dia.
Secara umum, sektor barang material layak dipertimbangkan investor dengan pendekatan selektif dan disiplin valuasi.
Abida merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga di level Rp 4.000 per saham seiring diversifikasi emas, nikel, dan bauksit.
Rekomendasi beli juga disematkan untuk saham BRMS dengan target harga Rp 1.335 per saham berkat prospek peningkatan produksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













